Jul 27

Sebagai tanda bersukur ke Hadirat Alloh SWT, Kerabat Podjok dalam rangka pembubaran Panitia Djokdja Onthel Carnival 2010 menggelar Acara Jenang Sunsuman yang dikemas dalam bentuk Pesta Rakyat dan Pentas Seni Drama Theater di Bale Onthel “Towilfiets”, Dusun Bantar, Sentolo, Kulon Progo.

Rumah Bale Onthel akhirnya disulap menjadi warung angkringan dengan jajanan geblek, nasi kucing, kacang rebus, tahu isi, rondhe, putu, ayam goreng, rambak, karak, dan tentu saja jenang sunsum.

Bagian halaman depan Bale Onthel juga sekaligus direkayasa sebagai Studio atau Panggung Alam untuk pertunjukan drama theater yang disajikan oleh kelompok Seni Theater Sega Gurih dari ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta.

Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh Kerabat Podjok, namun juga oleh masyarakat Dusun Bantar yang terlihat sangat terhibur dengan atraksi seni budaya dan jamuan makan malam tradisional khas Jogja.

Sebagaimana yang pernah ditulis dalam Blog Opoto oleh Ki Ageng Wongeres, bahwa hanyalah dengan kekuatan “cinta”-lah sehingga Kerabat Podjok bisa mewujudkan segala sesuatunya dengan indah. Alhamdulillah niat tulus untuk kampanye kembali bersepeda demi bumi dan kesehatan telah terlaksana dengan baik dan lancar (Liputan Sahid Nugroho).

 2010july26n99.JPG

#1: Mbah Ngatijo sebagai Tokoh Sesepuh Podjok disuapi  jenang sunsum.

Pancal Mas »

Jul 15

Atas rahmat dan berkah Alloh SWT pada achirnja PODJOK berhasil menyelenggaraken Acara Djokdja Onthel Carnival dengan soekses sebagaimana jang diharapken. Dalam kesempatan berbahagia ini, Pengoeroes PODJOK setjara resmi mengoecapken terima kasi dan memberiken penghargaan setinggi-tingginja kepada semoea pihak baik dari Pemerintahan Daerah Propinsie DIY dan Kota Jogja, Kepolisian setempat, Pengelola Benteng Vredeboerg, Panitia FKY, DPP KOSTI, semoea Perkoempoelan Petjinta Sepeda Onthel di seloeroeh Indonesia, para sponsor, media massa, dan simpatisan, jang setjara langsoeng maoepoen tidak langsoeng tlah membantoe kami dalam pelaksanaan perhelatan terseboet.Pengoeroes PODJOK joega memberiken penghargaan pada segenap Panitia DOC 2010 jang tlah berjoeang keras dan memberiken jasa terbaik oentoek perhelatan terseboet.Kami joega mohon maaf sebesar-besarnja bilamana ada kesalahan dan kekhilafan panitia DOC 2010 dalam menjamoe para tamoe oendangan jang hadlir. Dengan segala keterbatasan jang dimiliki, kami soeda beroesaha memberiken jang terbaik. Semoga berkenan atas rangkaian atjara, soegoehan dan layanan kami. Salam onthel dari Djokdja!2010july10n41.JPG#1: Tim Among Tamoe…Pak Johnny, Mbah Santosa & Pardal. Pancal Mas »

Jun 23

Mulai Hari Selasa tanggal 22 Juni 2010, Podjok bekerjasama dengan Bentara Budaya menyelenggarakan pameran sepeda berthema Indische Fietsen 2010 yakni sepeda-sepeda onthel yang pernah merajai jalanan kota-kota di Indonesia pada masa lalu. Terdapat sekitar 30 lebih sepeda yang dipamerkan, dengan 2 sepeda bintang tamu kontribusi Pak Azhar Yulianto Kendal dan Pak Rendra Kerawang. Pameran ini akan berlangsung sampai dengan Hari Rabu 30 Juni 2010. Berbagai tipe dan merek sepeda digelar untuk memberikan referensi yang relatif cukup mengenai sejarah sepeda onthel di Indonesia. Ditampilkan sepeda-sepeda buatan Belanda seperti Gazelle, Simplex, Fongers, dan PFG. Kemudian sepeda buatan Inggris seperti Raleigh dan Humber. Tidak ketinggalan pula sepeda buatan Jerman seperti Falter Transport. Segenap Kerabat Podjok memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengurus Bentara Budaya Jogja yang sudah memberi kesempatan kepada Podjok untuk berkampanye kembali bersepeda melalui pameran yang sensasional ini.Bagi kalangan onthelis, pameran seperti ini barangkali sudah menjadi hal biasa saja. Namun bagi masyarakat awam, banyak inspirasi dan motivasi yang mungkin bisa muncul seusai melihat puluhan sepeda onthel yang tetap cantik terawat meskipun sudah berusia puluhan tahun tersebut. Kembali bersepeda menjadi isu yang menghangat sesuai dengan fenomena global warming yang mengancam eksistensi peradaban manusia di bumi ini. Bersepeda tidak saja ramah lingkungan, namun juga membangun mutu kehidupan melalui kesehatan fisik dan mental yang lebih baik. Bersepeda tidak saja hanya membakar kalori yang berlebihan, namun juga mampu mengurangi tingkat depresi. Semoga melalui pameran ini, dapat lahir para pecinta sepeda generasi baru yang semakin meramaikan jagad persepedaan di Indonesia. Don’t miss it…(Liputan Sahid Nugroho).2010june22n042.JPG#1: Penonton mbludak…membanjiri Bentara Budaya… Pancal Mas »

Jun 4

poster_doc_3_modify1.jpg

Salam sepeda dan salam sedjahtera.

Kami Kerabat Pagoejoeban Onthel Djokdjakarta (PODJOK) dengan ini mengoendang setjara resmi Perkoempoelan-Perkoempoelan Petjinta Sepeda Onthel jang kami muliaken dan banggaken, oentoek berkenan dapatnya hadlir dalam perhelatan Djokdja Onthel Carnival 2010 (DOC 2010) jang akan diadaken pada tanggal 10-11 Djoeli  2010 di Benteng Vredeboerg Djokdjakarta.

 Ada 4 (empat) atjara pokok jang akan diselenggaraken jakni:

 

  1.  Pasar 1001 Klithikan: 10-11 Djoeli 2010
  2. Silahtoerahmi Antar Perkoempoelan: 10 Djoeli 2010 djam 19.30 WIB
  3. Karnaval Onthel : 11 Djoeli 2010 djam 7.00 WIB
  4. Panggoeng Gembira & Oendian Hadiah: 11 Djoeli 2010 djam 9.00 WIB

 Ketentoean-Ketentoean:

            ·        Tiket Atjara: Rp 25.000,- per orang.

o       Peserta mendapatken djatah: Kartu Peserta, Pin, dan  Sarapan Pagi.

o       Pendaftaran peserta paling akhir diterima Sabtoe 11 Djoeli djam 24.00.

·        Pindjaman Sepeda Onthel: Rp 50.000,- oentoek paket 2 hari.

·        Boersa Sepeda: Rp 10.000,- per sepeda.

·        Klithikan Besar dengan tempat djoealan seloeas (3 x 2) m2: Rp 150.000,-

·        Klithikan Kecil dengan tempat djoealan seloeas (1,5 x 1) m2: Rp 75.000,-

 Demikian oendangan ini disampaiken, terima kasih kami oecapken oentoek perhatian jang diberiken, dan  mohon doa restoe agar perhelatan DOC 2010 dapat berdjalan dengan lantjar dan soekses. 

Jun 2

kaos_donasi.jpg

Sebagai bentuk kemandirian dari sebuah komunitas pecinta sepeda onthel yang independen, Podjok berinisiatif memproduksi dalam jumlah terbatas kaos eksklusif event Djokdja Onthel Carnival 2010. Kaos ini dipersembahkan kepada para kawan, sahabat dan mitra Podjok yang berkenan menjadi donatur untuk memberi simpati pada kampanye kembali bersepeda demi masa depan bumi yang lebih baik. Setiap donasi senilai Rp 250.000,- akan diberikan 1 pieces kaos sebagai simbol apresiasi tulus kami terhadap kedermawanan para donatur. Semoga berkenan, dan bagi yang berminat menjadi donatur dapat menghubungi Panitia Seksi Sponsor/Donasi/Niaga yakni Den Baguse Podjok di 0815-6868-998. Terima kasih.

Ucapan terima kasih kami haturkan kepada para Donatur yang sudah berkenan memberikan sumbangan sebagai berikut:

  • Bapak Dadik Pranadi - Jakarta
  • Bapak Tomy - Jakarta
  • Bapak Patria - Jakarta
  • Bapak Muyitno - Jakarta
  • Bapak Palgunadi - Depok
  • Bapak Yoyok - Bontang
  • Bapak Nanang Supriadi - Banjarbaru
  • Bapak Munzirin - Pontianak
  • Ibu Tantri Onny - Yogyakarta
  • Ibu Lia - Yogyakarta
  • Ibu Kiki - Yogyakarta
  • Bapak Ngadiman - Yogyakarta
  • Bapak Juhar Bares - Yogyakarta
  • Bapak Darsono - Yogyakarta
  • Bapak Nurcahyo - Yogyakarta
  • Bapak Yeti - Yogyakarta
  • Bapak Haryono - Yogyakarta
  • Bapak Didi Achjari - Yogyakarta
Mar 12

Tanggal 1 Maret adalah tanggal yang selalu berkesan bagi orang-orang yang benar-benar mengaku Wong Jogja.  Pada tanggal itu di tahun 1949, tentara pejuang Indonesia melakukan serangan mendadak terhadap kota Jogja yang diduduki Belanda, sebagai sebuah show of force bahwa negara Indonesia masih ada. Serangan yang fenomenal tersebut berhasil menyita perhatian dunia, sehingga klaim Belanda bahwa negara Indonesia sudah “game over” bisa dimentahkan kembali.

2010march1n023.JPG

#1 Laskar Podjok bersiaga di Balai Kota Jogja siap mengawal Walikota ke lokasi acara

2010march1n030.JPG

#2: Adam SO7 menjadi endorser Program Sega Segawe

Di tahun 2010 ini, kembali Walikota Jogja Bapak Herry Zudianto pada tanggal 28 Februari malam menggelar peringatan momen SO 1 Maret melalui serangan onthel pada malam hari yang diberangkatkan dari Gedung Anim Kotabaru untuk kemudian berkonvoi mengelilingi kota menuju TMP Kusumanegara guna melaksanakan upacara ziarah ke makam Pangsar Jendral Soedirman, dan kemudian disusul penyelenggaraan Pentas Seni Kebudayaan dengan menampilkan Adam SO7 dan Tito Sulistyo. Konvoi sepeda dalam hal ini adalah sebagai bagian dari kampanye Sega Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe) yang dicanangkan Walikota 2 tahun lalu.

2010march1n064.JPG

#3: Sambutan Walikota pada upacara start

2010march1n094.JPG

#4: Ribuan pesepeda melewati Tugu Jogja…

Kerabat Podjok kali ini didaulat untuk mendampingi Walikota dan Kapoltabes Jogja Kombes Drs. Ahmad Dofiri berangkat dari Balai Kota Timoho menuju Gedung Anim Kotabaru guna melaksanakan Upacara Start. Di Gedung Anim Kotabaru sudah menunggu ribuan pesepeda Jogja yang berasal dari komunitas B2W, Green Map, Seli, JOC, Pory, dan lainnya. Sungguh luarbiasa heroisme para pejuang lingkungan hidup ini…

2010march1n099.JPG

#5: Suasana konvoi sepeda…meski sederhana namun sangat luarbiasa artinya.

Dulu para leluhur menyerbu Jogja untuk mempertahankan kemerdekaan negara, dan sekarang, ribuan pesepeda menyerbu Jogja untuk berkampanye kembali bersepeda demi masa depan bumi yang lebih baik…sebuah perjuangan panjang yang harus selalu digelorakan guna merubah gaya hidup masyarakat agar lebih ramah lingkungan……mau? (Liputan Sahid Nugroho)

Mar 2

Semangat pembauran selalu dikumandangkan setiap tahun di kota Yogyakarta dengan digelarnya hajatan tahunan Karnaval Imlek oleh warga keturunan China di kota sepeda ini. Ritual tahunan yang selalu disambut meriah oleh warga kota didahului oleh Pekan Budaya Tionghoa yang digelar di Chinatown Ketandan Yogyakarta. Di sepanjang jalan sempit di utara Pasar Beringharjo itu berjejer kios-kios makanan dan souvenir khas budaya China.

2010feb27n044.JPG

#1 Suasana Malioboro yang penuh sesak penonton dan sangat meriah 

Pancal Mas »

Jan 11

Perayaan Malam Tahun Baru 2010 di kota Jogja barangkali menjadi sebuah catatan yang relative unik dibandingkan ritual sama pada tahun-tahun sebelumnya. Walikota Jogja Pak Hery Zudianto tampak tidak melewatkan momen berharga ini sebagai bagian dari kampanye kembali bersepeda melalui Program Sega Segawe.

Acara diawali dengan panggung hiburan di depan Balai Kota Jogja yang sudah mulai disulut sejak pukul 20.00. Panggung hiburan ini sekaligus sebagai meeting point dari semua komunitas sepeda yang ada di Jogja yakni mulai dari Podjok, Opoto, Pory, JOC, B2W, Sepeda Tinggi, Seli, Low Rider, dan sekian banyak komunitas lainnya. Terlihat ribuan pesepeda hadir menikmati suasana yang sangat meriah tersebut.

Ketika malam beranjak menjelang pukul 21.30, diadakan siaran radio lapangan dengan acara wawancara bersama Walikota, Wawali, Dandim 0734 dan Wakil Komunitas Sepeda yang dengan bersemangat menyuarakan ajakan dan himbauan kepada masyarakat untuk kembali bersepeda. Kemudian tepat pukul 22.00, Walikota Jogja mulai memimpin Konvoi Sepeda berangkat dari Balai Kota menuju Monumen SO 1 Maret melalui jalan Malioboro. Luarbiasa….jalan-jalan Jogja yang biasanya disesaki motor dan mobil…berhasil dikuasai para pesepeda yang secara istimewa dikawal oleh Patwal dan Satpol PP untuk mendominasi sepanjang jalan yang dilewati. Masing-masing komunitas tampak membawa plakat-plakat kampanye yang sarat dengan pesan-pesan singkat namun menarik  yakni berupa slogan dan ajakan kembali bersepeda seperti misal yang cukup segar khas Jogja: “Tuku soto karo babat…ngepit yo dab…”,  ”Nyepeda ke School tetep COOL…”, dan “PIT= Penak…Irit…Tentrem…Ayo Ngepiiiiiit…”

Meskipun jalanan cukup padat, namun Konvoi Sepeda akhirnya sampai juga dengan selamat ke Monumen SO 1 Maret dan kemudian berlanjut parkir di sepanjang Jalan Senopati depan Taman Pintar yang memang sejak sore sudah diamankan Poltas untuk diperuntukkan bagi para pesepeda dan pejalan kaki. Saat rombongan onthelis Podjok sudah duduk manis parkir sepeda…mulailah masyarakat pejalan kaki yang berlalulalang tidak mau ketinggalan memanfaatkan momen berharga ini dengan berfoto bersama Kerabat Podjok yang tampil dengan kostum Jadoel seperti biasanya.

Apresiasi setinggi-tingginya perlu kita berikan kepada para Muspida Kota Jogjakarta yang secara serius dan tulus telah mendudukan para pesepeda sebagai warga istimewa pada perayaan Malam Tahun Baru 2010. Kita sungguh bangga dengan teladan dan upaya yang mereka lakukan untuk merubah pola perilaku masyarakat guna menjadi lebih mencintai lingkungan hidup melalui less carbon life style.

 2010jan1n010.JPG

#1 Onthelis Podjok selalu tampil beda…klasik tapi asyik…

Pancal Mas »

Dec 28

Hujan basahi sore itu 27 Desember ‘09 tak menggentarkan nyali nyali sang penunggang kuda besi dari negeri seberang. “Always Save Our Culture” PODJOK with KATON BAGASKARA, dua nama berbeda namun punya andil nyata untuk JOGJAKARTA TERCINTA.. budaya bersepeda, budaya di seni lainnya.. KENTAL, TEGAS, PAS, RASA JOGJA, SELARAS, perpaduan di antara keduanya. PODJOK ngonthel bareng KATON BAGASKARA mempunyai arti penting, di kala hujan menyapa, alam pun gembira riang turut serta.

untukmu JOGJA..

(Towil PODJOK Jgjakarta)

 

 #1 Keakraban tak membedakan kita siapa, namun kapan ngonthel bersama lagi…

 #1 Keakraban tak membedakan kita siapa, namun kapan ngonthel lagi…

dsci0032.JPG

#2 KAMPUS BIRU SEBIRU LANGIT KITA..KUPUNYA BANYAK CITA-CITA..

dsci0037.JPG

#3 TOWIL dan KATON saling incip-incip sepeda Onthel The Gruno dan sepeda lipat Birdy, keasyikan tiada tara.. tetep tak bisa pindah ke lain hati.

 dsc00317.JPG

#4 SIMBOL KERABAT PODJOK sekaligus KATON BAGASKARA menjadi Kerabat Podjok Kehormatan. karena visi yang tak berbeda.. AYOO KAYUH BERSAMA..

dsci0041.JPG

Semakin Nyata Kita Tak Berbeda. KERAMAHAN JOGJA. KERAMAHAN KITA.

Dec 28

Ketika waktu memasuki saat Malam 1 Suro, maka di seputaran Pulau Jawa akan banyak bermunculan ritual-ritual budaya tertentu seperti mubeng beteng tapa bisu, jamasan pusaka, doa bersama, dan selamatan sebagai bagian dari pelestarian adat-istiadat masyarakat Jawa yang memiliki apresiasi cukup tinggi pada pergantian Tahun Baru Jawa 1 Suro 1943 Dal sekaligus juga merupakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1431 H tersebut. Dan khusus tahun 2009 ini ternyata memiliki makna cukup istimewa, karena dilihat dari sistem penanggalan Jawa, kita memasuki tahun Dal yang sungguh memiliki kedudukan istimewa di antara siklus tahun-tahun Jawa yang berlaku.

Pada hari Kamis 17 Desember 2009, Podjok sebagai komunitas yang juga memiliki platform pelestarian budaya leluhur, tentu saja tidak ketinggalan untuk melakukan ritual khusus dalam konteks dunia sepeda onthel yakni Acara Jamasan Sepeda. Podjok sebagai warga Jogja, turut hadir dalam puncak peringatan Malam 1 Suro yang dipusatkan di lokasi depan Pagelaran Kraton Kasultanan Yogyakarta yang mulai ramai didatangi masyarakat dari berbagai penjuru daerah mulai jam 21.00 WIB. Ketika prosesi upacara doa bersama pemberangkatan acara mubeng beteng yang dilakukan para tokoh lokal kota Jogja selesai dilaksanakan, maka Podjok kemudian langsung memulai Acara Jamasan Sepeda yang dimulai menjelang tengah malam tersebut.

Acara yang dikemas secara sederhana ini, diawali dengan persiapan uba rampe jamasan oleh Mbah Santosa berupa air kembang setaman yang dituang dalam guci kuningan kecil, kemudian disusul pembacaan puisi oleh Kang Towil mengenai “penghormatan sepeda sebagai sesuatu yang sangat berguna”, seusainya kemudian, acara jamasan dimulai dengan memercikan air kembang ke setiap sepeda Kerabat Podjok yang hadir oleh Mbah Santosa, sebagai simbol penghormatan pada sepeda yang telah berjasa banyak dalam episode kehidupan para pemiliknya. Sepeda juga bisa dianggap sebagai salahsatu pusaka kehidupan karena memiliki manfaat yang luarbiasa besar untuk proses cipta, rasa, karsa dan karya kehidupan sehari-hari sebagaimana disuratkan dalam motto “Onthel iku migunani kagem sedaya”.

Ritual ini bukanlah sebuah proses pemujaan benda mati yang berbau klenik, tetapi merupakan bagian dari kampanye stop global warming yang dikemas dalam bentuk acara budaya lokal. Mengajak masyarakat kembali bersepeda dilakukan dengan mengangkat kedudukan sepeda sebagai salah satu pusaka kehidupan. Podjok sesuai visinya, berusaha mengembalikan lagi roh budaya Jawa dalam kesempatan-kesempatan kontekstual agar “Wong Jawa ora ilang Jawa-ne”. Budaya adalah peninggalan adiluhung dari para leluhur yang tidak mungkin diciptakan secara sembarangan, sehingga kita sebagai generasi pewaris berkewajiban untuk melestarikannya. (Liputan dan Potret: Sahid Nugroho).

2009dec19n011.JPG

#1 Ritual Mubeng Beteng - Tapa Bisu oleh Warga Jogja

Pancal Mas »

« Previous Entries