Podjok.com
Potret Djokja

Toko Official Bakpia Podjok

Toko Official Bakpia Podjok

Hotel Harper Jl P Mangkubumi no 52 Yogyakarta (100m Selatan Tugu, Timur Jalan)

Call Centre : 0274 2920028

Pemesanan : 0818 0707 9999

Roaster & Bear

Roaster & Bear

Event Djokja Desember 2017

Event Djokja Desember 2017

Candi Ijo

Jika berkunjung ke Yogyakarta, wisata sejarah khususnya mengunjungi candi bisa menjadi salah satu pilihan.

Anda mungkin sudah sering mendengar Candi Borobudur, Prambanan, dan candi Ratu Boko.

Sejatinya, masih banyak candi-candi yang­ belum terekspos meski memiliki potensi ­wisata yang juga cukup menarik, Candi Ijo salah satunya.

 

Terletak di ketinggian 375 meter di atas permukaan laut (Mdpl), Candi Ijo merupakan candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta.

Dari ketinggian itu, sudah terbayang keindahan panorama perbukitan.

Disebut Candi Ijo karena candi yang dibangun sekitar abad ke-9 itu dibangun di sebuah bukit yang dikenal Bukit Hijau atau Gumuk Ijo.

Penyebutan nama desa Ijo pertama kalinya disebut di dalam Prasasti Poh yang berasal dari tahun 906 Masehi.

Dalam prasati tersebut ditulis tentang seorang hadirin upacara yang berasal dari desa Wuang Hijau.

Jika benar demikian maka nama Ijo setidaknya telah berumur 1100 tahun hingga tahun 2006 yang lalu.

Kompleks candi Ijo merupakan kompleks percandian yang berteras-teras yang semakin meninggi ke belakang yakni sisi timur dengan bagian belakang sebagai pusat percandian.

Teras pertama merupakan teras berundak yang membujur dari barat ke timur.

Sedangkan bangunan pada teras teratas berupa pagar keliling dan delapan buah lingga patok.

Di teras terakhir ini pula candi utama berdiri lengkap dengan tiga candi perwara.

Pada candi utama terdapat sebuah bilik dengan Lingga Yoni yang melambangkan Dewa Siwa yang menyatu dengan Dewi Parwati.

Sedangkan di dalam candi-candi perwara, pengunjung dapat melihat arca candi yang konon merupakan kendaraan Dewa Siwa dan meja batu atau disebut padmasana.

Ragam bentuk seni rupa juga dapat dijumpai di kompleks Candi Ijo. Salah satunya ukiran kala makara dengan motif kepala gand­a dan beberapa atributnya.

Misteri dan Kutukan

 

Bagi pengagum wisata sejarah, di candi ini juga dapat ditemui karya yang masih menyimpan misteri yang tercantum pada sebuah prasasti.

Prasasti itu terletak pada teras ke-9 yang bertulisan Guywan atau Bhuyutan yang berarti pertapaan.

Prasasti lainnya yang terbuat dari batu berukuran 14 cm dan tebal 9 cm tercantum mantra-matra yang diperkirakan berisi kutukan “Om sarww­awinasa, sarwwawinasa” yang bertulis berulang hingga 16 kali.

Hingga kini masih belum terkuak peristiwa apa yang berhubungan dengan prasasti tersebut.

Sementara, bagi penyuka wisata alam, candi merupakan tempat yang direkomendasikan.

Dari segala penjuru mata angin, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam Yogyakarta lengkap dengan hembusan angin sepoi-sepoi.

Jika beruntung, pengunjung dapat melihat pemandangan pesawat terbang yang sedang 'landing' di landasan Bandara Adisutjipto di sebelah barat.

Panorama sunset juga menjadi magnet tersendiri bagi pelancong untuk kembali mengunjungi Candi Ijo.

Rahman Pribadi, seorang mahasiswa yang ditemui saat mengunjungi candi Ijo menyatakan, dibandingkan dengan beberapa candi yang selama ini pernah didatanginya, Candi Ijo menjadi salah satu yang menarik dan berbeda.

"Letaknya yang berada di ketinggian, menjadikan Candi Ijo memiliki pemandangan yang bagus dan berbeda dari kebanyakan candi lainya," ujar Rahman, Senin (18/5/2015).

Akses Ke Candi Ijo

 

Hanya saja, untuk menikmati segala sensasi liburan yang ditawarkan oleh Candi Ijo diperlukan tenaga ekstra untuk mencapai candi yang secara admitrasi masuk di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman itu.

Akses termudah menuju Kompleks Candi Ijo bagi wisatawan yang berada di Kota Yogya adalah dengan melalui Jalan Solo menuju Pasar Prambanan yang berada di seberang Kompleks Candi Prambanan.

Sesampainya di pasar itu, wisatawan tinggal menuju arah tenggara kurang lebih 7 km hingga menemui penunjuk arah kecil menuju Candi Ijo dan Desa Wisata Nawung di kiri jalan.

Wisatawan tinggal mengikuti arah tersebut hingga gerbang masuk Desa Sambisari, yang menandai jalan menanjak hingga sampai di Candi Ijo.

Untuk menuju candi ini diperlukan sekitar 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi, mobil atau motor.

Harga tiket? Tidak perlu khawatir merogoh kocek terlalu dalam, untuk menikmati nuansa asri di Candi Ijo tidak dipungut b­iaya alias gratis.

Wisatawan cukup mengisi daftar hadir tamu di pos satpam sebelum masuk candi dan membayar parkir sebesar Rp 2.000 untuk kotor dan Rp 3.000 untuk mobil.

Selebihnya, silahkan menikmati keindahannya.

Leave a Reply

Hotel Harper

Hotel Harper

Hotel Harper terletak di Jl P Mangkubumi No 52 Yogyakarta dan sangat strategis karena terletak di tengah kota hanya 100m selatan Tugu dan 500m Utara Malioboro.

Hotel yang sangat cocok untuk kamu yang sedang menikmati liburan di Kota Gudeg ini

Pistachio Bakery

Pistachio Bakery

Podjok Tours & Rent Car

Podjok Tours & Rent Car