Tebing Breksi

Dipublikasikan oleh admin pada

Kunjungan ke Taman Tebing Breksi tak lepas dari konsep Jogja Geowisata, yang mengantar wisatawan ke tempat-tempat berlatar kisah geologis di Yogyakarta. Imad menambahkan, sejak resmi dibuka sebagai tempat wisata, Taman Tebing Breksi selalu ramai wisatawan. "Tempat ini populer untuk foto-foto. Bahkan ada yang foto kelas, foto pre-wedding, dan sebagainya," tambah dia. Suguhan lainnya di Taman Tebing Breksi, selain pahatan raksasa di beberapa sisinya, adalah pemandangan dari puncak tebing. Terdapat tangga yang mengantar wisatawan naik dari kaki sampai puncak tebing. Begitu tiba di puncaknya, pengunjung bisa melihat panorama Candi Ijo dan Candi Ratu Boko berlatar Gunung Merapi dan Merbabu. Di bagian kaki tebing juga terdapat Tlatar Seneng, sebuah amphiteatre yang rencananya akan digunakan sebagai tempat pertunjukan.  Waktu terbaik mengunjungi Taman Tebing Breksi adalah sore menjelang malam. Meski begitu, bawalah topi serta sunblock karena tak ada pepohonan sama sekali di sekitar tebing. Taman Tebing Breksi berlokasi di Kelurahan Sambirejo, Kabupaten Sleman, dengan jarak sekitar dua kilometer saja dari Candi Ijo yang terkenal

Tebing breksi memang lebih banyak disukai bagi penikmat wisata khusus yang bersifat petualangan seperti misalnya panjat tebing, sepeda gunung atau fotografi. Banyak bagian dari tempat ini yang indah untuk dijadikan sebagai obyek foto. Foto pre wedding juga sangat cocok jika dilakukan di tempat ini.

Jika dilihat-lihat maka tempat ini mirip dengan Brown Canyon di Semarang atau bentuk mini dari Grand Canyon di Amerika Serikat. Mungkin dengan semangat yang sama maka dibukalah tempat ini menjadi obyek wisata.

Dari puncak tebingnya, kita dapat melihat lanskap Candi Prambanan, Candi Sojiwan, Candi Barong dan kemegahan Gunung Merapi bahkan kota Yogyakarta. Bagi Anda yang ingin mencapai puncak tebing tidak perlu khawatir repot, dikarenakan suda dibentuk anak tangga di sisi tebing menuju ke atas. Anak tangga di sisi tebing ini juga cantic untuk obyek berfoto.

Obyek wisata geo heritage ini bukan terbentuk secara alami, melainkan berasal dari bukit batu biasa yang menjelma akibat terkikis aktifitas penambangan bahan material bangunan oleh  warga sekitar selama bertahun-tahun lamanya sejak tahun 80-an dan menjadi sumber mata pencarian warga.

Setelah peneliti melakukan kajian terhadap lokasi ini, ditemukan kenyataan bahwa batuan kapur breksi yang ada di tempat itu adalah endapan abu vulkanik dari gunung api Purba Nglanggeran di Gunung Kidul. Dikarenakan hal tersebut, maka berarti kawasan ini termasuk dalam cagar budaya yang harus dilestarikan.

Rupanya larangan untuk melakukan penambangan tidak memutus semangat warga. Mereka mendapat ide untuk menjadikan kawasan ini sebagai salah satu obyek wisata setelah melihat keindahan guratan bekas galian yang ada.

Nama Breksi sendiri datang dari warga, mengikuti tren dimana nama bukit batu tempat wisata di Bali dan Bandung yang hasil potongannya mirip dengan tebing ini, disebut  dengan breksi. Karena itu lah, tebing ini dinamai Tebing breksi.

Tebing Breksi berlokasi di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya berdekatan dengan lokasi Candi Ijo, hanya kira-kira berjarak satu kilometer saja. Sehingga wisatawan yang bermaksud ke tempat ini, dapat sekaligus mengunjungi Candi Ijo.

Rute termudah menuju tempat ini adalah melalui Candi Prambanan. Dari sini, jarak yang harus Anda tempuh adalah sekitar tujuh kilometer. JIka sudah tiba di kawasan pasar Prambanan, silahkan pilih arah kanan menuju Piyungan.

Dari lokasi ini, tiga kilometer lagi akan sampai ke lokasi tujuan. Anda dapat mengambil jalur kiri jika menemukan pertigaan, dan hanya tinggal satu kilometer lagi tiba di Tebing Breksi. Sebagai informasi, kendaraan yang Anda pergunakan menuju tempat ini sebaikany dalam kondisi baik mengingat kondisi jalan yang menanjak dan tidak mulus.