Peringatan Hari Raya Waisak 2018

Dipublikasikan oleh admin pada

Merayakan hari besar umat Buddha yang paling suci di Waisak 2562/2563, ribuan umat Buddha dari Indonesia dan seluruh wilayah akan berkumpul di Candi Borobudur yang megah di Jawa Tengah untuk ambil bagian dalam rangkaian ritual dan upacara yang tahun ini akan berlangsung dari tanggal 27-29 Mei 2018. Sementara, puncak upacara akan terjadi pada bulan purnama pada tanggal 29 Mei 2018.

Borobudur adalah Monumen Warisan Dunia UNESCO dan diakui sebagai candi Budha terbesar di dunia. Dibangun di sekitar bukit, candi ini merupakan keajaiban desain yang berisi 504 patung Buddha dan 2.672 panel relief. Hanya satu jam perjalanan dari kota wisata populer Yogyakarta dan masih dekat dari ibu kota Jawa Tengah, Semarang. Dari tingkat atas monumen Anda akan mengalami matahari terbit di atas lembah hijau di bawahnya, yang perlahan-lahan menerangi bayangan stupa yang mengelilingi setiap tingkat candi yang megah ini.

Acara tersebut diawali dengan sebuah upacara untuk mendapatkan air suci dari mata air murni di Jumprit di Kecamatan Temanggung, pada tanggal 27 Mei 2018. Pada hari yang sama, ritual ini akan diikuti dengan menyalakan obor Waisak yang nyala apinya diambil dari api abadi di Mrapen, di desa Grobogan, di daerah Purwodadi, Jawa Tengah. Api dan air suci kemudian disimpan di Candi Mendut untuk diarak dan digunakan saat upacara di Borobudur pada perayaan hari Waisak yang sebenarnya.

Pada tanggal 27 Mei 2018, upacara tersebut akan dimulai dengan doa-doa di Candi Mendut, maka kerumunan peziarah akan berjalan bersama ke kuil Borobudur yang membawa api abadi, simbol air suci dan simbol Budha yang telah dijaga ketat di Candi Mendut, untuk menempatkannya di altar utama yang telah didirikan di sisi barat Candi Borobudur.

Pada tanggal 29 Mei, puncak ritual Waisak akan dimulai di Vihara Githa. Para bhakta kemudian akan melanjutkan dengan pradaksina atau ritual sembahyang yang berputar tiga kali mengelilingi candi Borobudur, bergerak searah jarum jam dari timur ke barat. Bagian integral dari ritual tersebut adalah menyalakan lilin dan nyanyian Puja Ghata Visaka oleh jemaat. Menjelang detik terakhir momen Waisak tahun ini semua pemuja akan bermeditasi dalam spiritualitas yang mendalam diikuti oleh berkat yang diberikan oleh Bhikkhu Mahathera dan Bhiksu Mahasthavira.

Menandai puncak rangkaian ritual Waisak, sekitar 1.000 lentera Puja akan dilepaskan ke langit yang melambangkan pencerahan untuk seluruh alam semesta.

Dilakukan setiap tahun selama bulan purnama di bulan Mei, Waisak memperingati tiga peristiwa terpenting dalam kehidupan Buddha Siddharta Gautama yang dikenal dengan nama Tri Suci Waisak. Acara penting pertama adalah Kelahiran Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 SM. Episode kedua adalah pencerahan (nirvāṇa) di mana Pangeran Siddharta menjadi Buddha di Bodhgaya pada usia 35 tahun 588 SM, dan yang ketiga adalah kematian (Parinirvāna) dari Buddha Gautama di Kusinara pada usia 80 tahun di tahun 543 SM. Oleh karena itu, Waisak juga dikenal sebagai hari Budhha saja.

 

Sumber : https://www.pedomanwisata.com/event/perayaan-keagamaan/perayaan-hari-raya-waisak-2018-di-candi-borobudur-ritual-dan-upacara-yang-paling-menginspirasi

Kategori: Berita