May 31

Masih banyak penggemar sepeda onthel yang beranggapan bahwa sepeda onthel Gazelle sudah tidak diproduksi lagi. Sepeda Gazelle termuda yang masih banyak beredar dan cukup dikenali di Indonesia biasanya disebut sebagai sepeda Gazelle Irian (istilah khas di Indonesia). Saya sendiri belum paham mengapa muncul istilah Irian sebagai sub merek Gazelle. Apakah ini karena sepeda tersebut didistribusikan dari basis perakitan di Irian sebagai wilayah terakhir yang masih dikuasai Belanda pada tahun 1960-an.

Bagi para penggemar sepeda Gazelle yang memerlukan referensi mengenai evolusi sepeda Gazelle terkini, berikut ini adalah laporan hasil “test ride” sepeda Gazelle Tour Populair 2009 yang masih diproduksi sampai saat ini. Penamaan sepeda tipe ini memang sebatas pada tahun produksi. Saya mencoba mencari nomer frame juga belum ketemu.

Model 2009 cukup berbeda dengan model tahun-tahun sebelumnya, perubahan mencolok adalah pada lampu depan berukuran besar (merek Tung Li buatan China), sadel Brooks B-67, dan bel ding-dong besar. Model 2008 masih menggunakan lampu kecil produksi Axa, sadel Lepper, dan bel kring.

Ciri-ciri secara umum dari sepeda onthel Gazelle keluaran terbaru adalah sebagai berikut:

2009may31n114.JPG

- Desain klasik masih tetap dipertahankan

Pancal Mas »

May 17

Nuansa keakraban begitu nyata  antar semua, satu persatu , rombongan, berkelompok, kerabat podjok mulai dari titik nol depan kantor pos besar pukul 06.30 wib menuju titik  kedua sekertariat PODJOK  jln. wates km 3,5 bayeman, jika di bentangkan route itu tepat 15 km yang perlu di kayuh dari pusat kota Jogja.

Begitu kayuhan mulai di berangkatkan di pimpin langsung oleh beliu bapak djoewono, penasehat podjok, kerabat podjok merapatkan diri menuju Bantar sentolo kp yogyakarta, sangatlah berpacu dengan transportasi cepat karena jalur itu adalah lintas selatan, jogja bandung,  jogja kebumen,  jogja wates. kerabat podjok mampu mengendalikan semua transportasi untuk berjalan mengendalikan kecepatan, itulah salah satu misi PODJOK untuk selalu saling menghormati sesama pengguna jalan.

Tak kurang dari 25 warga bantar terdiri dari para tokoh masyarakat, pemuda pemudi yang tergabung dalam karang taruna Wiranem OREBAKU Bantar ikut asyik kayuh onthel  menjemput iringi iringan kerabat podjok, pas di depan Kampus dan Pom bensin km 10  mengingatkan kita perlunya pilihan CERDAS untuk selalu HEMAT dalam setiap Langkah kita.

Berbaur menjadi satu menunjukan kebersamaan menuju JEMBATAN BANTAR  100 kerabat PODJOK istirahat sejenak menikmati Eloknya Arsitektur belanda jembatan nan kokoh berdiri, dengan air mengalir dengan tenang, jernih, bebatuan,  pasir, ikan, biawak, yang saat ini masuk CAGAR BUDAYA, sejak pemerintahan Orde Lama. dibangun tahun 1930 saksi sejarah BANGSA INDONESIA sebelum KEMERDEKAAN,  yang menghubungkan jogjakarta kulonprogo , purworejo, kebumen, bandung dll..

Di perbatasan inilah tepatnya di barat JEMBATAN KALI PROGO penanaman pohon PERINDANG kita tanam bersama di terima oleh Tokoh Masyarakat, Pemuda pemudi, semoga bermanfaat untuk anak cucu kelak.

Mengelilingi nuansa Desa Bantar dengan Onthel  adalah jawabnya di Pandu oleh pak de Towil dan bapak Dukuh, mengenalkan desa ini mempunyai Potensi luar biasa dengan ANEKA kerajinan tangan: Sandal,Tas, Pahat, Anyaman, Patung ,Tenun ( atbm) dll.. home industri pembuatan Tempe, Persawahan, Panorama bukit Menoreh.

GEBLEK salah satu makanan khas kulonprogo menjadi  incaran Utama, Selain ayam bakar, sayur lodeh para penyaji khusus ibu ibu pkk, Hemm di poles dengan Alunan musik AKUSTIK , dengan karya karya pilihan tempo dulu juga saat ini, KERABAT PODJOK di manjakan dengan semua itu.Terimakasih kagem Ibu ibu Bantar yang tak kenal lelah dari Dini hari karena ONTHEL  semua ini.

Tokoh masyarakat Bapak H.Imam turmudzi juga selaku Dewan kulonprogo, Bpk Dukuh  menyempatkan hadir  karena kecintaan beliu dalam Hal bersepeda dan penghijauan.

Terimakasih kami haturkan kepada, Keluarga , seluruh kerabat podjok ,mbak Reni ( koba ), mas Harun (mpotpotan tangerang)  juga media Cetak dan Elektronika, Mahasiswa Atmajaya, Mmmc, Team Dokumentasi film, pastinnya masyarakat Bantar sentolo kulonprogo YOGYAKARTA.

podjok….jogja..

Minggu kliwon 17 mei 2009

by towil podjok

persiapan-penanaman-pohon.jpg

kerabat podjok : pak Darman,pak jani,pak jhoni ganda,pak jaiman,kang Radal..pak Dukuh Nanang…dll persiapan penanaman pohon perindang demi masa depan.

Pancal Mas »

May 15

Pada Hari Minggu 26 April 2009 lalu, Kerabat Podjok mengadakan touring ke Jatinom Klaten. Touring yang diikuti sekitar 30 onthelis ini, berhasil melalui sekitar 6 check points (Bengkel Mbah Ngatijo, Golo, Maguwo, Prambanan, Gondang Baru, Klaten)  sebelum akhirnya finish di tujuan yakni Ndalem Reksodirjan Jatinom Klaten. Bangunan kuno yang dibangun akhir abad 19 tersebut menjadi saksi perjuangan hebat para Kerabat Podjok menyelesaikan etape pertama yang ditempuh selama 4 jam. Jogja sampai Klaten memang relatif datar dan mudah dilalui, tapi Klaten sampai Jatinom jalannya menanjak tanpa ampun sejauh 15 Km, benar-benar penyiksaan massal he..he..he.. Di Ndalem Reksodirjan, rombongan Kerabat Podjok dijamu oleh Keluarga Besar Ibu Soesilowati Soebakdi sebagai tuan rumah dengan hidangan khas Jatinom, yakni Sega Megana, Sambal Lethok, Lalapan, dan lainnya yang dijamin mak nyuss dan nglaras total.

Pada waktu keberangkatan, Kerabat Podjok sempat ditemani oleh Opoto (Onthel Potorono) yang dipimpin langsung oleh Penggede-nya yakni Kang Wongeres. Opoto mengiringi touring dari check point Maguwo sampai check point Prambanan, kemudian mereka berbelok ke selatan menuju habitatnya kembali. Ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami berikan atas keramahan dan kehangatan sahabat-sahabat onthelis Opoto. Meski beda komunitas, tapi kita merasa satu kesatuan sebagai sesama onthelis Jogja.
Saat pulang adalah saat mengasyikan karena ada kenikmatan jalan menurun dari Jatinom sampai Klaten.  Pak Didi sempat tersesat karena tercecer di belakang, tetapi akhirnya Tuhan menunjukkan jalan yang benar kepada Beliau. Setelah istirahat di Klaten sejenak sambil menunggu Pak Didi , rombongan digeber kayuhan nonstop Klaten-Prambanan. Lagi-lagi penyiksaan massal he..he..he… Sesampai di Prambanan benar-benar ngos-ngosan, tetapi akhirnya rombongan dapat beristirahat sejenak sambil menikmati dawet ayu di Bogem.

Kemudian perjalanan dilanjutkan sampai check point Maguwo, dan touring telah berakhir dengan sukses dan aman. Etape kedua selesai ditempuh selama 3 jam, jadi seharian kerabat Podjok telah mengayuh selama 7 jam (Liputan Sahid Nugroho).
dsc_0002.JPG
Check point Prambanan

Pancal Mas »