May 15

Pada Hari Minggu 26 April 2009 lalu, Kerabat Podjok mengadakan touring ke Jatinom Klaten. Touring yang diikuti sekitar 30 onthelis ini, berhasil melalui sekitar 6 check points (Bengkel Mbah Ngatijo, Golo, Maguwo, Prambanan, Gondang Baru, Klaten)  sebelum akhirnya finish di tujuan yakni Ndalem Reksodirjan Jatinom Klaten. Bangunan kuno yang dibangun akhir abad 19 tersebut menjadi saksi perjuangan hebat para Kerabat Podjok menyelesaikan etape pertama yang ditempuh selama 4 jam. Jogja sampai Klaten memang relatif datar dan mudah dilalui, tapi Klaten sampai Jatinom jalannya menanjak tanpa ampun sejauh 15 Km, benar-benar penyiksaan massal he..he..he.. Di Ndalem Reksodirjan, rombongan Kerabat Podjok dijamu oleh Keluarga Besar Ibu Soesilowati Soebakdi sebagai tuan rumah dengan hidangan khas Jatinom, yakni Sega Megana, Sambal Lethok, Lalapan, dan lainnya yang dijamin mak nyuss dan nglaras total.

Pada waktu keberangkatan, Kerabat Podjok sempat ditemani oleh Opoto (Onthel Potorono) yang dipimpin langsung oleh Penggede-nya yakni Kang Wongeres. Opoto mengiringi touring dari check point Maguwo sampai check point Prambanan, kemudian mereka berbelok ke selatan menuju habitatnya kembali. Ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami berikan atas keramahan dan kehangatan sahabat-sahabat onthelis Opoto. Meski beda komunitas, tapi kita merasa satu kesatuan sebagai sesama onthelis Jogja.
Saat pulang adalah saat mengasyikan karena ada kenikmatan jalan menurun dari Jatinom sampai Klaten.  Pak Didi sempat tersesat karena tercecer di belakang, tetapi akhirnya Tuhan menunjukkan jalan yang benar kepada Beliau. Setelah istirahat di Klaten sejenak sambil menunggu Pak Didi , rombongan digeber kayuhan nonstop Klaten-Prambanan. Lagi-lagi penyiksaan massal he..he..he… Sesampai di Prambanan benar-benar ngos-ngosan, tetapi akhirnya rombongan dapat beristirahat sejenak sambil menikmati dawet ayu di Bogem.

Kemudian perjalanan dilanjutkan sampai check point Maguwo, dan touring telah berakhir dengan sukses dan aman. Etape kedua selesai ditempuh selama 3 jam, jadi seharian kerabat Podjok telah mengayuh selama 7 jam (Liputan Sahid Nugroho).
dsc_0002.JPG
Check point Prambanan


dsc_0003.JPG
3 anggota komunitas “Bike-to-Campus FEB-UGM” ikutan touring
dsc_0010.JPG
Istirahat ditengah-tengah trayek terberat Klaten-Jatinom

dsc_0013.JPG

Akhirnya sampai juga di Ndalem Reksodirjan

dsc_0037.JPG

Gara-gara trayek berat, rantai sepedapun ada yang sampai putus

dsc_0050.JPG

Asyik menikmati jalan yang menurun

dsc_0065.JPG

Meskipun kota kecil, namun Klaten memiliki jalur sepeda yang luarbiasa, bayangkan jalur sepeda selebar 2,5 m di sepanjang kota.

19 Responses

  1. memet Says:

    ada ontelistha juga…mantap…

    —salam—

  2. pido palu Says:

    salut buat sodara2ku di jogja,kapan2 dayung sampai ke sulawesi biar makin erat tali silahturahmi kta.merdeka…!!!

  3. Syuga Olisus (POC) Says:

    Hormat saya buat rekan ontelis PODJOK. Klaten kota yang indah penuh dengan kenangan. Jabat erat tali persaudaraan sesama ontelis.

  4. Faj Says:

    mantep tenan hmm hmm ( bukan mas towil ini )

  5. den baguse Says:

    Barangkali ini adalah rute terberat PODJOK. Karena selain jaraknya cukup jauh (kurang lebih 40km), medannya juga menanjak (dari Klaten-Jatinom). Apalagi cuacanya cukup cerah, sehingga terik matahari sangat terasa.Namun dengan berbekal semangat kebersamaan & canda tawa, maka rasa capek dan lelah tidak kita rasakan. Efeknya,setelah touring dari Klaten, bila ada touring PODJOK yg jaraknya lebih dekat, maka tidak terasa berat sama sekali…Sudah terbukti lho…

  6. okidikarawang Says:

    Bravo PODJOK,,

  7. Erwin "OPOTO" Says:

    Keep in touch with OPOTO.
    Best regards …

  8. podjok Says:

    Mas Towil & Mas Bagus, karena event tanggal 24 Mei batal, marilah kita touring ke Imogiri, tiada hari minggu tanpa touring sebagai aktualisasi diri komunitas penggemar sepeda he..he..he..

  9. wongeres Says:

    Sukses selalu untuk sedulur-sedulur kami Podjok.

    Mas Bagus, hikmah lainnya adalah: pilihlah sepeda sesuai ukuran tubuh kita. Kemarin itu yang pertama teriak kecapean adalah yang ukuran sepedanya terlalu tinggi :D

    Bravo onthel Jogja!

  10. Bagus Majenun Says:

    Mbah Wiryo (84) tokoh legendaris peronthelan sekaligus kamus atau ensiklopedi berjalan mengenai sepeda lawasan telah tiada pada hari Minggu 17 mei pukul 23.00 WIB. Almarhum juga seorangpedagang sepeda onthel lawasan yang tinggal di Dusun Klurak Baru, Desa Bokoharjo Kecamatan Prambanan, Sleman. Almarhum dimakamkan hari Senin pukul 14.00 WIn dimakam setempat. Selamat Jalan Mbah Wiryo. Dari teman anak bungsumu

  11. vembri_affiano Says:

    wah..sayang aku gak bs ikut padahal oingin bgt touring bareng2 kerabat podjok..kapan ya aku bisa gabung lagi…

  12. towil Says:

    sebuah langkah kayuhan yang tertata apik nan mumpuni untuk perjalanan yang begitu mengesankan, inkang kagungan ndalem matur suwun sampun paring sedayanipun Gusti ingkang MAHA kuwaos ingkang bade mbales kesaenan sedaya…
    tambah regeng tambah guyub tambah seneng lipur ati…nuwun pak Sahid.
    telah kami upayakan dapat sesuatu kenang2an tersendiri kagem kerabat PODJOK,kita tunggu yaa.
    towil podjok

  13. boaz Says:

    hari pertama ikut Touring bareng podjok, langsung dibawa ke tempat yang jauh yang belum pernah Q singgahi, apalagi dengan menggunakan sepeda Onthel yang biasa menemani keseharian Q k kampus..
    kenangan karena sepeda Onthel Q rante y putus heheh
    pokok y.. seneng sekali… jauh,jauh,dan jauh…

  14. boaz Says:

    mas towil dkk…
    lain kali kalo acara touring, asik y pas pertama y aja..
    waktu kemaren pulang dari kulon progo rasa y kurang asik, karena tidak ada yang mimpin, kita pulang sendiri2,saling mendahului dan didahului…

  15. podjok Says:

    Setuja Dimas Boaz, kita usahakan lain waktu setiap touring, berangkat dan pulang, kita selalu dalam satu rombongan besar yang terkoordinir, sehingga kalau ada masalah di jalan, semuanya akan mensupport. Nuwun.

  16. sahidnugroho Says:

    Sebagai pengganti acara 24 Mei yang batal, saya ada rencana touring informal (bukan acara resmi podjok) expedisi “The Wild West Mataram Canal” yakni menyusuri selokan mataram dari jalan magelang ke arah barat sampai godean.

  17. vembri_affiano Says:

    @pak sahid
    manatab tuh idenya..dari temanya aja udah mengesankan tapak tilas selokan mataram,,,mantab,,,

  18. towiil Says:

    terimakasih mas boaz.Sesuatu masukan yang cemerlang,waktu berangkat bener bener sangat rapi dan guud rapi dan mematuhi lalulintas dijalan.tapi ketika pulang sdh kita upayakan untuk tetep bisa jalan seperti itu.walau tanpa ada saya,pulang ke jogja lha kami juga harus selesaikan yang lain dengan beberapa media yang masih asyik

    berbincang di rumah.banyak nya kerabat podjok yang juga singgah di kerabat podjok di sekitar mengingat banyak nya sesuatu yang akan di buru.terimaksih untuk semua kerabat podjok.

    @ KERABAT PODJOK
    sabtu malam kita akan kayuh malam bersama kawan kawan J.O.C MINGGIRAN CELEBAN JANTURAN.untuk menjawab semua ini bahwa sepeda banyak bicara tetang kita,siapkan waktu dan sepeda mu

    towil podjok

  19. sahidnugroho Says:

    Sudah ada rembugan dengan beberapa rekan, sumanggah yang mau ikut Tour Informal (Bukan Acara Resmi Podjok) “Wonderful Imogiri”, wisata sportfood, olahraga sambil sarapan, start di Check Point Rumah Golo Jam 6.00 tepat. Etape berangkat via Jalan Imogiri Timur. Etape pulang via Pocung, Segoroyoso, Plered, Kotagedhe. Nuwun.

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.