Jun 11

Sabtu pagi 6 Juni merupakan hari istimewa bagi para pecinta sepeda di Jogja. Pada hari itu Walikota Jogjakarta Drs. Herry Zudianto, MM, Akt meresmikan pendirian rambu-rambu jalur sepeda di Jogja. Memang jalur sepeda yang dimaksud bukanlah jalur sepeda secara riil sebagaimana yang masih terlihat di kota Klaten dan Solo, tetapi jalur alternatif untuk para pesepeda dengan memanfaatkan jalan-jalan kampung di kota Jogja. Rambu-rambu jalur alternatif sepeda sekitar 400 buah akan dipasang diseputar kota Jogja.

Meskipun hanya jalur alternatif, tetapi inilah hari bersejarah dimulainya komitmen riil dari Pemkot untuk para pesepeda Jogja. Walikota dalam kesempatan acara peresmian tersebut,  menegaskan bahwa pembangunan jalur sepeda sesungguhnya bukan sekedar untuk memfasilitasi wisata nostalgik atau heritage, tetapi benar-benar merupakan bentuk kepedulian masyarakat Jogja untuk ikut berperan dalam mengatasi masalah global warming. Banyak manfaat positif yang bisa didapat bila semakin banyak orang mau bersepeda. Badan menjadi lebih sehat, bumi menjadi lebih sejuk, dan devisa negara lebih bisa dihemat. Bayangkan bahwa kita sesungguhnya menghabiskan Rp 5.000,- dana subsidi dari APBN untuk per liter konsumsi BBM yang kita gunakan.

Keluarga besar Podjok dalam kesempatan ini memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Herry Zudianto, MM, Akt. yang selama ini telah memberikan teladan dan komitmen pribadi yang sangat luar biasa untuk membangkitkan kembali budaya bersepeda di Jogja melalui Program Sega Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah & Nyambut Gawe). Kita awali kali ini dengan jalur alternatif dulu, untuk kemudian pada masanya nanti akan benar-benar ada jalur riil untuk sepeda di kota Jogja. You never ride alone…fresh our planet with less carbon life style (Liputan Sahid Nugroho)

2009june6077.JPG

Potret bersama di Gang Tohpati Jalan Taman Siswa seusai pemasangan rambu

2009june6044.JPG

Walikota yang low profile dan sangat dibanggakan oleh masyarakat Jogjakarta

31 Responses

  1. Erwin Opoto Says:

    Mari sukseskan Sega Segawe.
    enak bener kog, segar di pikiran,badan & dompet. Tenan saya sdh buktikan.
    Tapi jujur, berangkatnya memang nyaman tapi giliran pulangnya (plng kantor sekitar jam 16.00)wah, polusi udaranya sangat mengganggu pernafasanku. :lol:

  2. Agnes Opoto Says:

    Terima kasih pada pak wali dan pemkot jogja, atas diresmikannya jalur sepeda…walau saya bersepeda sesekali, pada hari libur saja,cukup membuat saya merasa dihargai keberadaannya…
    terima kasih om sahid dan teman-2 podjok yang telah merilis beritanya..

    salam kenal
    agnes opoto

  3. emen Says:

    Selamat atas diresmikan jalur sepeda…….
    salam onthel salam BOS

  4. Faj Says:

    Akhirnya benih pohon jogja kembali bersepeda mulai bersemi,sebuah perjuangan yang menjadi inspirasi bagi semua dan semoga teman-teman podjok dapat selalu merawatnya. mari kita kembalikan di jogja bersepeda lebih mulia.

  5. rama Says:

    podjok!!
    maaf beribu maaf boss towil dan semua teman podjok…sya kmarin ndak hadir…di kampus banyak ujian…

  6. sahidnugroho Says:

    Salut untuk teman-teman B2W Jogja yang sudah ikut hadir bersama Kerabat Podjok untuk menjadi saksi dari saat bersejarah tersebut. Nuwun.

  7. wongeres Says:

    Pak Sahid, Mas Towil, dan semua sahabat onthelist…

    Benihnya sudah tumbuh. Mari kita sirami terus, agar makin berkembang subur sehingga mampu menaungi kebutuhan kita para onthelist untuk bersepeda dengan aman dan nyaman.

    Maju terus!!

  8. sahidnugroho Says:

    Kalau mencoba melihat peta kehidupan bersepeda di Jogja, sesungguhnya kita telah memiliki semuanya, ada jalur alternatif sepeda, ada banyak komunitas penggemar sepeda, dan ada banyak industri pendukung (jasa mekanik, bisnis produksi komponen, dan bisnis ritel). Barangkali yang masih mengganjal adalah resiko keamanan di jalan. Kita melihat sejauh ini kecepatan pengendara kendaraan bermotor tidak pernah dikendalikan dengan serius. Selain tidak ada penegakan hukum, bisa juga masyarakat sebenarnya tidak mengetahui bahwa ada aturan batas kecepatan 40 Km per jam untuk jalan dalam kota dan 60 Km per jam untuk jalan luar kota. Jadi selain rambu-rambu jalur sepeda, kita perlu juga menambah rambu-rambu batas kecepatan dan adanya partisipasi aktif aparat polisi untuk memonitor. Sehingga semakin banyak orang ikut bersepeda, karena resiko keamanan di jalan bisa lebih dikendalikan. Nuwun.

  9. vembri_affiano onthelis Says:

    nah..gtu dong ada jalur onthel, besok klo pulang ke jogja mo test drive ah…

  10. towil Says:

    tumbuh kembangnya kembali bersepeda adalah pilihan yang tak bsa di tawar tawar lagiini wujud nyata apa yang telah kita perjuangkan bersama,insfrastruktur ,penegak hukum,aturan yang musti kita patuhi,yang perlu kita gaungkan juga saling menghormati sesama pengguna jalan.
    jalur alternartive untuk sepeda menunjukan tidak adannya batas lintas ruang dan waktu…..mari kita angkat perekonomian di setiap jalur alernative ,sentuh dengan hati ,tebarkan kembali sapa keramahan kita.
    selamat buat kita semua
    salam onthelis indonesia

    towil podjok

  11. wongeres Says:

    Akan menarik kalau kita justru merangkul para pengendara sepeda motor/mobil sebagai sesama pemakai jalan, agar mereka mau memahami kebutuhan dari pihak kita.

    Onthelist bukannya mau menolak atau antipati terhadap kendaraan bermotor. Bisa nggak ya kita mulai membuat acara bersama klub-klub/komunitas sepeda motor/mobil?

  12. den baguse Says:

    Meskipun masih sebatas jalur alternatif, jalur ini akan mjd bermanafaat bila masyarakat mulai menyadari dan menggunakannya dgn sebaik-baiknya. Jangan sampai jalur2x sepeda ini menganggur dan tinggal nama saja akibat masyarakat yg tdk tau,malas,gengsi maupun takut bersepeda.Mari kita sosialisasikan jalur ini secara kontinue bersama dgn semua masyarakat & komunitas sepeda yg ada di Jogja.
    Hidup jalur sepeda, hidup onthel…

  13. sahidnugroho Says:

    Saya sudah mengalami sendiri, beberapa kali hampir terserempet mobil atau motor yang mendahului secara serampangan/sembrono tanpa klakson, padahal saya sudah di jalur jalan paling kiri. Jadi resiko-resiko seperti itulah yang membuat orang enggan bersepeda. Kampanye bersepeda agar efektif, perlu dibarengi dengan kampanye anti ngebut untuk mobil dan motor. Selama risiko tersebut belum dikendalikan, saya sangat pesimis populasi pesepeda Jogja akan meningkat karena jalur sepeda riil praktis tidak ada. Nuwun.

  14. Tanda-Binong Says:

    Alhamdulilah, langkah maju kembali ditorehkan oleh Podjok untuk kembali membalikkan Jogja menjadi kota sepeda, walau hanya memasang rambu namun sudah cukup untuk menjadi pertanda bahwa Jogja telah berupaya berbenah menuju kota tanpa asap. (nyepi kali)
    Semoga upaya menuju lestari bumi ini juga dibarengi usaha penghijauan. Gampangane numpak sepeda kalau panas juga kreminget mas. Tapi kalau naik sepeda dipayungi oleh rerimbunan dedaunan tumbuhan kota yang rindang, tentu terasa lebih berasa hidupnya. Suwun Podjok semoga menjadi inspirasi daerah-daerah lain, untuk menyelamatkan bumi, kebudayaan dan harmoninya hidup.

  15. okidikarawang Says:

    selamat ya buat tercinta kerabat PODJOK,,aman dan nyaman berontel/bersepeda, merupakan harapan kita semua,mudah2an abadi dan menular ke kota2 lainnya di indonesia.

    salam hangat

    PASAK karawang

  16. Iwan hatta Says:

    Salut dan selamat buat pengurus & temen2 “Podjok” dlm mengembalikan jogja kota sepeda. mudah2an kt bs sama2 mengkampanyekan sepeda baik di jkt maupun jogja..mas Towil sy kangen pengen pulang kampung ngrasake jalur sepedane.. Salam Podjok..Jogja !

  17. P'DE sektor2kemayoran Says:

    jakur sepedanya sudah permanent kapan yaa jakarta ade jalur sepedanya.???

  18. sahidnugroho Says:

    Yuk Mas Iwan ngonthel di Jogja, hari Sabtu malam 20 Juni 2009 mendatang kita mau mengadakan Touring Malam ke Manding Bantul, start jam 17.00 dari Golo dan finish di Bakmi Jawa Mbah Mo yang legendaris itu. Nuwun.

  19. memet Says:

    selamat dan sukses selalu buat mas towil & kerabat PODJOK….

    —salam dari palangkaraya—

  20. Iwan hatta Says:

    Waduh manteb bgt itu mas Sahid tp apa daya sy blm bisa pulang,pe ngen bgt makan bakmi jawa yg terkenal itu.. nym.nym.nymmm.. Baru bs pulang awal bulan mas liburan sekolah,jd ketinggalan makan bakminya.. Nyesel aku ra melu..

  21. endro_PDK Says:

    maju terus pantang mundur

  22. Prayogo Says:

    Selamat dan sukses atas telah diresmikanya jalur alternatif “Jalur Sepeda” meski baru wacana ini sudah bagian dari komitmen yang luar biasa. Kalau sebagian pejabat seperti Pak Wali, rasanya indah benar hidup ini, fenomena onthel ternyata sudah merasuk kebagian relung hati setiap individu yang hoby sepeda onthel. Semoga wacana ini tidak sekedar ceremony….salut buat PODJOK! Salam dari KONTJI ( Komunitas Onthel Tjiledoeg )

  23. towil Says:

    terimakasih kagem semua
    mari kita bareng dalam hal kebaikan jalin terus tali silaturahmi semoga tetep terbaik semua karena juga untuk kita bersama
    salam onthelis

    towil

  24. roy Says:

    salam onthelist!
    salut buat bapak heryy yang tak kenal lelah.. sebenernya konsep bersepeda ini sudah ada semangat dan ruhnya sewaktu saya dan teman2 JOC(jogja onthel comunity) membangun sebuah konsep komunitas sepeda yang apa adanya. rasanya ada angin segar buat kami dan para pengguna sepeda lainnya setelah kami berkecimpung diorganisasi ini lebih dari sepuluh tahun. pemkot kota dengan semangatnya memompa sekaligus menjadi motor penggerak yang legal dibawah naungan pemerintah untuk membuktikan eksistensinya didunia perbaikan kualitas hidup warga. selanjutnya bagaimana konsep ini harus selalu dil;estarikan dan diperbaiki, guna menggembalikan predikat kota jogja sebagai kota nostalgia sepeda! salam bua B2W, podjok, rencang2 JOC, dan seluruh onthelist jogja.
    jangan pernah lelah.. jangan pernah gampang mengeluh.

  25. sahidnugroho Says:

    @ Roy
    Setuju Pak. Apapun sepedanya, apapun komunitasnya, memiliki tanggungjawab yang sama untuk memperjuangkan keberadaan jalur sepeda di Jogja. Kita awali dengan jalur alternatif sebagai sasaran antara untuk pengadaan jalur sepeda riil sebagaimana ada di kota Klaten dan Solo. Bravo!

  26. onthel99club Says:

    salam onthelis…
    kami dari “onthel 99 club sangasanga - kaltim” berdoa semoga apa yg di inginkan dan di cita2 kan dan terwujud …
    hidup onthelis, hidup sepeda

    salam,
    onthel 99 club
    onthel99club@yahoo.co.id
    https://onthel99club.wordpress.com

  27. H.Iswarono,ST Says:

    Ya alloh.Berilah contoh atau tauladan dalam kesederhanaan dan perhatian bagi rakyatnya.Amin H.Is-Oncom Bogor

  28. oeketeti Says:

    semangatkan ontel kita

  29. sahidnugroho Says:

    ONTHEL GOES MARCHING IN!

  30. WoogeFoerry Says:

    Это конечно тяжеловато назвать “свежаком” но всеравно спасибо!

  31. diman Says:

    Hari gini kok masih pake kendaraan dengan BBM BERSUBSIDI?? Apa gak malu?

    AYO BERSEPEDA..BEBAS POLUSI..BEBAS SUBSIDI…JAUH LEBIH PUNYA HARGA DIRI

    Trims Pemkot YOGYA,,,Moga kelak ada JALUR EKSLUSIF SEPEDA

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.