Jun 24

 Sepeda Fongers saat ini memang sedang naik daun. Sepeda yang dulu barangkali menjadi pilihan ke 3 setelah Gazelle dan Simplex, telah naik peringkat menjadi target buruan utama. Fenomena ini sejalan dengan apa yang terjadi di Belanda negara asalnya, dimana sepeda, aksesori dan onderdil Fongers justru lebih mahal dibanding sepeda merek sepeda lainnya.  Barangkali pencerahan yang dilakukan oleh Prof. Koopmans, Prof. Jos dan tentu saja Prof. Andyt telah memberi pencerahan kepada kita bahwa sepeda Fongers sesungguhnya memang sebuah a valuable & collectible item.

Dalam rangka memberikan apresiasi pada sepeda Fongers, dalam kesempatan Test Ride kali ini, saya ingin menampilkan sosok sepeda Fongers DZ 60 produksi tahun 1922. Seri DZ menurut situs www.oudefiets.nl pada era produksi tahun 1920-an adalah kategori sortir ke tiga, setelah seri BB/BD (kategori sortir A) dan seri CCG/BDG (kategori sortir B). Sepeda ini memiliki nomer rangka 2237-81 yang memiliki makna yakni angka 22 menjelaskan sepeda ini dibuat pada tahun 1922, kemudian angka 37 menunjukkan kode produksi untuk seri DZ, dan terakhir angka 81 menerangkan nomer urut produksi ke-81. Nomer rangka sepeda Fongers memang singkat, padat dan sangat jelas he..he..he..

2009june24n071.JPG

#1 Penampakan dari samping, terlihat sangat klasik.  Secara umum sepeda ini memiliki bobot cukup ringan sekitar 18 Kg, dibandingkan dengan sepeda dames sejenis yang beratnya sekitar 20 Kg.  Jarak antara setang dan tempat duduk sangat rapat, sehingga relatif menyulitkan bilamana sepeda ini dikendarai oleh seorang pria tinggi besar.

2009june24n083.JPG

#2 Baut setang dan klem pengunci setang model putar. Kontruksi setang klasik yang khas Fongers untuk model tahun awal, yakni model baut yang juga dilengkapi dengan klem pengunci setang agar tidak bergerak, misalnya si pengendara sepeda ingin akrobatik lepas tangan he..he..he..

2009june24n080.JPG

#3 Sistem as tengah. Kayuhan sepeda ini ternyata terasa sangat ringan dan nyaman.  Saya terus terang kaget saat mencoba, karena sebelumnya sudah membayangkan pasti kayuhannya berat sebagaimana sepeda Fongers pada umumnya.

2009june24n074.JPG

#4 As depan lubang 36.

2009june24n075.JPG

#5 As belakang lubang 40, dengan sistem pengunci roda model putar yang klasik. Kombinasi lubang as yang barangkali juga tidak umum untuk sepeda onthel ukuran ban 28 inchi. Biasanya 32/40 atau 36/36, tetapi sepeda ini memiliki kombinasi 36/40.

2009june24n078.JPG

#6 Kontruksi rem belakang model teleskop. Luar biasa rancangan sistem rem yang terlihat rumit tapi sangat efisien ini.

2009june24n072.JPG

#7 Kontruksi rem depan dengan spatbod model separuh. Dengan desain bagian depan seperti itu, mungkin pilihan lampu dinamo menjadi kurang pas, karena selain merusak pemandangan indah, juga dinamo sulit dipasang di porok depan karena bersaing tempat dengan sistem rem depan.

2009june24n076.JPG

#8 Spatbord dengan jasbeschermer model kornetten melindungi agar rok panjang noni-noni pengendara sepeda ini tidak masuk ke ruji ban. Kornetten didesain dengan pengikat sistem per, dimana satu per akan mengikat 4 titik tali sekaligus. Dan hebatnya, pada porok belakang juga sudah didesain klem khusus sebagai poros tempat kaitan per kornetten. Desain yang luar biasa indah.

2009june24n073.JPG

#9 Setang dan kontruksi rem depan. Tulisan Fongers pada setang depan masih jelas terlihat rapi.

2009june24n082.JPG

#10 Sadel Fongers yang aslinya disebut sebagai “gezondheidszadel” yang diproduksi oleh pabrik Hygia (Koopmans, 2007). Meskipun sadel tipe ini sesungguhnya tidak begitu nyaman ditungganggi, tetapi dari sisi desain tergolong sangat masterpiece. Sadel ini sampai hari ini masih diproduksi dibawah merek Lepper Hygia.

Setelah mencoba dan mencermati sepeda Fongers DZ60 tahun 1922 ini, persepsi saya selama ini menjadi berubah. Saya dulu selalu beranggapan sepeda Fongers itu berat kayuhannya dan melelahkan, ternyata mitos itu tidak terbukti pada kinerja sepeda ini. Sungguh sepeda ini nyaman dikendarai terutama oleh wanita yang memiliki ukuran fisik sesuai dengan desain ergonomi sepeda ini (liputan Sahid Nugroho).

143 Responses

  1. aMK Says:

    Cantik, Anggun Sekali Sepeda Ini..

  2. the Parliement of Birds Says:

    Fongers ediaannnnnn,excellent!!!!

  3. dhee Says:

    wuih… ayu tenan….

  4. Faj Says:

    tambah refernsi sepeda hebat, gadhahane` sintem mas sahid ?

  5. -bejo- Says:

    sepeda yang luar biasa kakang mas sahid..salutt…!!!
    sepertinya ini dipersiapkan untuk acara ulang tahun Fongers ya mas…??
    acara ulang tahun Fongers sendiri jadinya tanggal berapa?
    nuwun
    -bejo-

  6. sahidnugroho Says:

    @ Faj
    Ini sepeda simpanan milik teman.

    @Bejo
    Menurut data sejarah Fongers di situs http://www.fongers.net,
    Ulang tahun pabrik Fongers ke 113 jatuh pada tanggal 1 September 2009 mendatang. Kita berencana mengadakan Tour Obat Nyamuk, diharapkan onthelis yang memiliki sepeda Fongers bisa ikut meramaikan. Namun sepeda merek lain tentu saja boleh ikut, karena ini sekedar thema acara saja agar tidak bosan he..he..he..

  7. den baguse Says:

    Meskipun sepeda fongers seri DZ & HZ dibawah seri BB/BD & CCG/BDG, tetapi sekarang termasuk item yg diburu para kolektor. Karena sepeda ini termasuk jarang dan sangat unik.
    @ Bejo,
    Kita berencana akan mengadakan tur onthel “Obat Nyamuk” dlm rangka HUT Fongers yg ke 113th sekalian buka puasa bersama.
    Lalu dilanjutkan dgn diskusi mengenai sepeda Fongers.
    Bagi yg punya fongers, diwajibkan utk dipakai ngonthel. Tapi yg belum punya juga boleh pakai merk lainnya, yg penting kita ngonthel bareng2x…
    Hidup fonrgers… hidup onthel…

  8. -bejo- Says:

    wah menyenangkan sepertinya, mudah2n saya bisa ikut, karena sepeda saya cuma fongers, jadi ini moment yang terlalu indah untuk dilewatkan….

    -bej0-

  9. JANA Says:

    fongersnya, cantik banget..
    salam kenal mas

  10. brayatonthel Says:

    saya yg cuma punya rangka HZ55 jd semangat lihat sepeda ini dan sembura para motivator FONGERS,…memang FONGERS flamboyan

  11. Ki Dem@ng Says:

    Mas Sahid tolong pisiknyanya jangan dikasih tau ke Kang Bejo …wes..hewes-hewes …ha…ha….

    Salam.-

  12. -bejo- Says:

    @ ki demang
    wah baru muncul dari pertapaan ni ki dapet apa aj hasil tetirahnya ki…???wow pasti kalau mas sahid lengah wes tak samber ki wuuttt….ba-blas langsung hehehehehehe…..

  13. towiil Says:

    pesona telah hadir di cakrawala…the fongers,elok nian,anggun bak penebar pesona fatamorgana..lembuut selembut sutra..the fongers di seri DZ.KEPADA penggemar moda transportasi ini pastilah happy be happy atau malah bengong the bengong…satu perbendaharaan onthel yang telah di cipta bagi pendemen pendemen sejati rasa ada pada hati kita mari untuk saling mengisi..belajar dan belajar..kita tidak boleh bangga sampai di sini namun perlu selalu bersyukur bisa mersani maupun menungganngi besi tua ini..selamat hadir di yogyakarta the fongers di seri DZ..GUUD LUCK FOR YOU

    SALAM ONTHELIS INDONESIA
    TOWIL

  14. godam Says:

    gile ….kren abis!

    yang good kondisi ini yang mengerikan!

    menemukan fongers dengan kondisi seperti ini di indo kayanya kecil kemungkinan..

    cuma mimpi kali ya

    salut!

  15. towiil Says:

    podjok jelang ulang tahun the fongers KE 113 TAHUN “SEPUTARAN OBAT NYAMUK “dengan segala kerendahan hati…kita poles sedemikian rupa untuk memanjakan the fongers mania djogja dan sekitarnya dengan nuansa buka puasa bersama ,
    siapkan fongers anda.
    test drive sebelum “OKTOBER JOGJA BIKE WEEK 09″

    PODJOK

  16. Guntur Triasmara Podjok( Fongers Mania) Says:

    Sepeda Fongers yang sangat bagus dan menarik(sesuai dengan harganya…hehehe) Lebih menarik lagi bila dijadikan obyek foto dengan nodel yang sangat cantik. tidak perlu dengan model profesional,misalnya saja mbak ocha,Pak….hehehehe. sama-sama menariknya……….

  17. Guntur Triasmara Podjok( Fongers Mania) Says:

    Bila sudah mendatangkan yang dames,ditunggu kedatangannya yang heren…..Pak? Seri BB/HZ misalnya…….

  18. Guntur Triasmara Podjok( Fongers Mania) Says:

    @ godam : saya rasa sudah tidak mungkin menemukannya lha sudah dijual terpisah ama para pemburu onderdil. Girnya saja sudah selangit…….oh obat nyamuk dan konstuksi remnya harganya menjulang tinggi………

  19. Guntur Triasmara Podjok( Fongers Mania) Says:

    @towil : besok pas touring fongers mania di jogja, fongers 24nya dipakai saja…tapi mbok diganti framenya biar ga dikira……….???? Hemmmmm tapi saya suka gir obat nyamuknya…..bikin fongers mania pada ngilerr……

  20. sahidnugroho Says:

    @ Guntur

    Seminggu lagi di UGM memang ada sesi pemotretan “Woman on Bicycle” dengan sentuhan gaya seni realis, tapi tempat dan waktu dirahasiakan he..he..he.. Pokoknya langsung saja nanti menikmati hasilnya yang akan ditampilkan di blog Podjok he..he..he..

  21. Guntur Triasmara Podjok( Fongers Mania) Says:

    @ Pak Sahid : Velg depan dan belakang merek apa?? Kroonprinz bukan????

  22. Guntur Triasmara Podjok( Fongers Mania) Says:

    @ Pak Sahid : modelnya mbak ocha bukan??? saya request fotonya,Pak Buat kenangan2an

  23. sahidnugroho Says:

    @ Guntur

    Saya malah belum mengecheck langsung, sepertinya kata Pak Didi kemarin juga bilang mereknya kroonprinz.

  24. sahidnugroho Says:

    @ Guntur
    Modelnya bukan Ocha, karena belum terlatih sekali sebagai model. Saya pakai model profesional. Ini acara Klub Fotografi Mahasiswa MM-UGM.

  25. Guntur Triasmara Podjok( Fongers Mania) Says:

    @Pak Sahid : ya di coba,modelnya mbak ocha khan seru Pak

  26. slamet santosa Says:

    DZ 60 1922?? sayang no seri tak ditunjukan….konsttuksi rem masih utuh..mantab…jadi tambahan referensi ini….

  27. sahidnugroho Says:

    @Slamet Santosa

    Nomer rangka sepeda ini adalah 2237-81. Dibuat tahun 1922, kode 37 untuk seri DZ, nomer urut produksi 81.

  28. P'De sektor2kemayoran Says:

    Bagus bener dah Fongers nya kapan yaa bisa punya yg kaya ginii..????

  29. rendra Says:

    wah selamat Pak Sahid, si cantik telah hadir di Jogja, tgl 30 blh testdrive kan pak.. sekali lg selamat…
    salam dr karawang

  30. sahidnugroho Says:

    @Rendra
    Pak Rendra, karena sepeda ini termasuk kategori Nyai Ageng, jadi hanya dikeluarkan setiap malam 1 Suro saja he..he..he.. meniru Pak Rustam yang juga hanya mengeluarkan sepeda Kyai Ageng Triumph Crossframe untuk malam 1 Suro saja. Nuwun.

  31. Niko Says:

    mantab pak sahid!
    buat Jogja tambah satu masterpiece lg nih..,
    ni baru sangat layak diimport ke jogja,he..,
    Selamat!

  32. Niko Says:

    masalah perpaduan ruji 36-40 memang hampir semua Fongers sebelum 1940 originalnya pakai kombinasi ruji 36-40 dengan hubs merk EDCO(EDCO terkadang polos tanpa tulisan hanya as dalam bila dikeluarkan ditengahnya ada tulisan EDCO atau tulisan EDCO pada tutup atas nipple kuningan atau juga ada tulisan EDCO dibadan tengah hubs) hanya ada sedikit Fongers dames yang memakai kombinasi 32-40. setelah 1940 hampir semua Fongers pakai kombinasi ruji 36-36.

  33. rendra Says:

    nun injih dimengerti pakSahid……..hehehe…kpn saya dicarikan buat kyai kanjeng di Karawang pak….salam

  34. memet Says:

    seksi……..

    —salam—

  35. onthel mania Says:

    dijual apa tidak sepeda nya? saya berani mahal untuk sepeda ini.

  36. sahidnugroho Says:

    @ Niko
    Bung Niko, terima kasih atas apresiasinya. Jogja juga beruntung ada Bung Niko kuliah disini, paling tidak kita ada second opinion untuk masalah sepeda Fongers selain Prof. Andyt he..he..he..

    @ Rendra
    Sinuwun bukankah sudah kagungan Kyai Kanjeng BB60 tho? Kalau tidak diakui, boleh titip simpan di Golo he..he..he..
    Untuk pasangan kakungnya, belum tahu pengin apa, masih bersabar menabung dulu he..he..he..

  37. Niko Says:

    he..,aku juga banyak tahu tantang Fongers karena Jogja. Hampir semua jenis Fongers pernah ku temui di Jogja dan sekitarnya. Fongers tertua yang pernah kutemui HZ60 tahun 1905. Serta tak lupa nanya terus ma Mr. Jos dan Mr. A.Koopmans karena soal arsip dokumentasi mereka yang punya.

  38. sahidnugroho Says:

    @Niko

    Bung Niko, saya sudah lihat sepeda DZ miliknya di tempat Pak Yadi, wah itu kalau bisa direstorasi pasti seru, meskipun episode perjalanan restorasi pasti panjang.

  39. margi Says:

    wahhhhhhhh mantap pak, kpn di coba tuk test drivenya?

  40. sahidnugroho Says:

    @ Margi
    Kang Margi, saya belum pernah mencoba sepeda tersebut di jalanan. Menunggu malam 1 Suro saja biar berkahi he..he..he..

  41. Dhee-K Says:

    wah… sip bgt FONGERSnya pak.
    test drivenya perlu di dokumentasikan ni…
    ditemani FONGERS2 djogja
    hehehe….

  42. adi koba Says:

    sy mulai lelangnya dr 15jt..

  43. sahidnugroho Says:

    Mohon maaf untuk para sahabat onthelis, sepeda ini TIDAK DIJUAL, forum diskusi ini lebih ditujukan untuk pengembangan pengetahuan dan wawasan mengenai sepeda Fongers.

  44. Aris pkl Says:

    Mas sahid fongers ini pny pak apip syakur bukan?yg pny appip’s batik

  45. sahidnugroho Says:

    @ Pak Aris
    Bukan Pak, ini milik teman Dosen di UGM. Nuwun.

  46. Niko Says:

    -Pak Sahid
    Fongers DZ yang ditempat Pak Yadi itu punyaku Pak. Klo ada yang mau tak jual muarah ja. dibawah 1jt. Ada yang minat???he..,

  47. Niko Says:

    Fongers 1922 diatas kelihatannya yang gak ori cuma baut dibawah sadel ja..,tinggal dicarikan ke teman-teman ja biar tambah manteb Fongersnya.

  48. slamet santosa Says:

    dipasang lampu karbit bagus lagi pak….

  49. jos rietveld Says:

    Very nice bike, extraordinary condition (enamel and nickle). One of the last models with round braking rods and the short front mudguard. Is the ‘kettingkast’ original?

    groeten, Jos Rietveld

  50. sahidnugroho Says:

    @ Jos Rietveld
    Hoe gaat het met u? Thank you for the comment. I do not know whether the chaindisk is original or not. Since it is already installed on the bicycle when the owner bought this bicycle.

  51. Palang besi Says:

    wah ..wah …wah, sadelnya bodi gitar, cantik

  52. okidikarawang Says:

    wauw,,,,classic buanget,,,

    termenung,,jatuh cinta,,
    bingung tuk mendapatkannya,,

  53. sahidnugroho Says:

    @ Okidikarawang

    Barangkali masih ada beberapa Fongers dengan kondisi serupa di Indonesia, tetapi biasanya masih dalam status simpanan karena terkait warisan leluhur. Coba Pak Oki hunting di kota-kota tua, kemarin rekan onthelis ada yang dapat Fongers BD di Purworejo dengan kondisi klomplit dan orisinil kecuali roda. Ini luar biasa, karena BD benar-benar sangat langka.

  54. marcopolo Says:

    Wah………wah……….saya ketinggalan sepur , jauh sudah puluhan stasiun……..betul-betul SUPER MANTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    SIFATNYA KANDEEEEEEEEEEL BUANGETTTTT.
    Ijin kan diriku mengelus dirimu….walau hanya beberapa menit…….pastilah aku puas…..!!! Betul-betul sepeda jos gandos…..hebat-hebat .
    YUDI

  55. joyo2009 Says:

    pak niko DZ nya serius mau dilepas?

  56. joyo2009 Says:

    sms ke saya ya, 085640678953

  57. ronny_istrada Says:

    wah mantab pak,
    selamat buat temen2 dijogja atas adanya speda nan langka ini.

    apa lagi klo ditemani HZ, pasangan ideal.

    sekali lagi selamat buat Podjok.

  58. sahidnugroho Says:

    @ Yudi Marcopolo
    Pak Yudi, mohon perkenannya agar BSA sifat kandel toko Marcopolo, pada kesempatan berikutnya, bisa ditampilkan juga disini. Saya siap meliput he..he..he..

  59. rendra Says:

    mas Sahid, ralat info , ternyta setelah saya kerok lg FG yg sy ceritakan kemarin yg benar adl jenis DZ 60 no seri 655518 ( menurut mas Niko pembuatan dibawah th 1920), dibutuhkan kesabaran yg tinggi dan kesungguhan utk melengkapinya, mohon supportnya. nuwun

  60. sahidnugroho Says:

    @ Rendra
    DZ juga tidak masalah Pak, tetap jadoel habis he..he..he..
    Mengenai nomer rangka, apakah memang tertera semua angka ditulis menyambung atau ada tanda strip? Sebagaimana contoh sepeda ini 2237-81.

  61. Niko Says:

    Pak rendra sms ke aku Fongers DZ60 dengan frame number 65518(5 digit)tanpa tanda sertip berarti buatan sebelum 1920. Fongers pertama dengan frame number 2 digit pertama menunjukan angka tahun adalah tahun 1920.

  62. Yos AT Says:

    oiii.. ikut..

  63. rendra Says:

    mas Niko dan Pak Sahid tks atas responnya, kalau nomor di knee 365 menunjukkan apa ya , kondisi sepeda mengenaskan , yg tdk ori adalah sadel,Roda +bos ,kelihatannya spakboardnya diganti fongers biasa krn yg depan tdk patah seperti punya pak Sahid dan yg belakang tdk ada lubang2nya. mhn pencerahannya.

  64. sahidnugroho Says:

    Pak Rendra, itu Bung Niko punya sepeda DZ kuno mau dijual dibawah Rp 1 Jt, spatbord belakangnya lubang-lubang. Kalau untuk DZ dengan spatbord depan model separuh, menurut Jos Rietveld memang yang terakhir diproduksi tahun 1922, setelah itu spatbord tutup penuh sampai sekarang ini. Nuwun.

  65. Niko Says:

    Pak Rendra, Fongers DZ60 65518 punya anda adalah buatan tahun 1915. Agar lebih jelas silahkan foto kirim ke okin.dibalik@gmail.com
    Masalah spatbord depan separo, semua Fongers sampai dengan tahun 1922 pakai model demikian. sedangkan tahun 1923-24 sudah memakai model utuh, walaupun sebagian ada yang masih dengan model separo. mulai 1925 keatas semuanya sudah pakai model utuh. thanks

  66. rendra Says:

    Bung Niko,trims pencerahannya, berarti makin panjang daftar restorasi saya to…hehehe
    Insyaallah kalau sdh di rakit uang sy akan kirim fotonya utk di kritidi lg. lha kalau spakbor bung Niko yg bolong2 mau dikirim ke krawang ya boleh juga tuh…hehehe
    Pak Sahid mtr nuwun infonya..salam

  67. rendra Says:

    ralat: dirakit ulang…dst

  68. okidikarawang Says:

    @Pak Sahidnugroho

    matur suwun pak infonya,,keliatannya asyik uga ya kalo ngerasain hunting ke kota tua,,( belum pernah ngalamin,red) cuma daerah2 dekat kampung aja pak,,
    tapi suatu ketika saya pernah menemukan Fongers BB 60 pak di karawang,,itu pun gak di jual sama pemiliknya,,katanya itu sepeda dapat dari jogja,,
    wakakakakakakakakakakak,,( ya jelas ga di kasih pak,wong punya nya Pak Rendra,,) kabuuuuuuuuuuuur

  69. okidikarawang Says:

    @ Pak Rendra

    keliatannya asyik juga ya kalo bantuin ngeresto yang Fongers baru nya,,,hehehehe

  70. rendra Says:

    siip ki, bantuin dong…butuh banget nih …tks

  71. sahidnugroho Says:

    @Okidikarawang

    Benar Pak, kalau sepeda sudah masuk koleksi Ndalem Rendraningrat susah untuk keluar lagi he..he..he..

  72. rendra Says:

    Mas Niko n Bung Niko,setelah DZ 60 krw di rakit kok ternyata rem depan pakai tromol sedangkan yg belakang pakai karet model senggotan…. jujur sy jd bingung nih, apa memang ada model demikian sebab kalau dilihat rangkaian rem kok semua msh ori.. lah cilakannya dimana harus cari tromol depan kalau demikian adanya. mhn petunjuknya.nuwun

  73. rendra Says:

    pak Sahid…help….help…hehehe

  74. Niko Says:

    jawabannya seperti yang saya jelaskan via hp.
    Fongers pertama yang pakai rem tromol tahun 1932 sebelumnya tidak ada yang pakai tromol. Rem depan punya 1915 DZ60 bapak aslinya rem depan seperti model Fongers tentara berikut yang juga sama-sama tahun 1915:
    http://www.facebook.com/photo.php?pid=30187013&id=1226033826

  75. rendra Says:

    wah puyeng Nik…hehehe… spare partnya langka banget

  76. sahidnugroho Says:

    @ Rendra
    Kalau belum ada dibikin sendiri dulu Pak, beruntung bangsa kita ini memiliki banyak pengrajin logam yang andal. good luck!

  77. rendra Says:

    wah tks advisnya pak Sahid, ada yg bs di rekomendasikan buat sy pak, kalau ada via sms aja pak.salam

  78. Nyembul Says:

    Saya punya BB 65 rem botol

  79. sahidnugroho Says:

    @ Nyembul
    Wah hebat Pak, setahu saya termasuk fongers varian langka, baik dari tinggi sepeda maupun konstruksi rem. Apa bisa dikirimkan gambarnya ke podjok@gmail.com, untuk dibahas ramai-ramai disini. Nuwun.

  80. lely Says:

    kalo mau ikutan gabung saratnya mesti pny sepeda yg klasih kah?
    terimakasih

  81. abiyoso Says:

    ..mas Nyembul..apik tenan tuh pitnya kalau bener2 cori…boleh di posting disini mas biar semua bs menikmati…
    mas Sahid… boyong aja mas buat temen DZ 60 nya…. boleh kan mas Nyembul

  82. sahidnugroho Says:

    @ Lely
    Intisari komunitas Podjok sesungguhnya adalah spirit untuk membangun dunia yang lebih baik dengan mengajak masyarakat bersepeda kembali untuk mengurangi polusi udara sekaligus pemborosan subsidi BBM, menyehatkan jiwaraga, melestarikan budaya, dan membangun patriotisme. Jadi varian sepeda yang anda miliki itu tidaklah penting, yang lebih penting bahwa anda memiliki nilai-nilai yang sesuai spirit Podjok. Silahkan bergabung, kami nanti partisipasinya. Event terdekat adalah Karnaval Jogja Fashion Week Festival 9 Agustus 2009. Don’t miss it! Nuwun.

  83. sahidnugroho Says:

    @Abiyoso
    Setuju Pak Abiyoso, Fongers BB65 kalau kondisinya masih utuh dan orisinil pasti akan membuat para penggemar Fongers sulit tidur he..he..he..

  84. Samin Says:

    FONGERS Yang mencengangkan, hampir mustahil liat fongers selengkap ini sekarang.

    @ Pak Sahid dan Mas Nico

    Saya punya fongers dengan nomer seri 224-5. kira kira jenis apa dan diproduksi tahun berapa ya?

    Untuk garpu belakang dan supitan sama seperti gambar sepeda diatas.

    sembah nuwun

  85. Niko Says:

    tahun 1922. untuk jenis liat tulisan diatas garpu sebelah kiri.

  86. sahidnugroho Says:

    Pak Samin, melengkapi informasi dari Bung Niko, kode sepeda ada di garpu sebelah depan, sisi kiri. Biasanya tertulis jelas misalnya “DZ 60″ yang berarti sepeda tipe DZ dengan tinggi 60 cm. Nuwun.

  87. Samin Says:

    @ Mas nico dan Pak Sahid
    Itu yang bikin saya puyeng. yg jd masalah, keni depan atas bawah sudah diganti. tadinya saya kira CCG karena konstruksi remnya naik turun.
    Tapi setelah liat gambar diatas, ternyata seri DZ juga naik turun dan model garpu belakang serta ujung supitan juga persis CCG.

    Saya yang tadinya sudah yakin itu CCG jadi bingung lagi.

    Untuk tambahan data, bracket model pantek dan ada nomer seri 9385 diantara panteknya.

    mohon bantuan pak sahid dan mas nico, atau ada jendral kerajaan fongers yang lain yang dapat membantu saya, saya mohon pencerahannya.

    Sembah nuwun

  88. Niko Says:

    Samin,
    tu HZ60 1922

  89. Samin Says:

    matur sembah nuwun mas nico dan pak Sahid atas informasinya.

    Marem rasanya dapat pencerahan dari panjenengan sekalian.

  90. sahidnugroho Says:

    Mas Samin, pada tanggal 6 September mendatang Podjok akan menggelar “Touring Obat Nyamuk” sekalian buka bersama dalam rangka mengapresiasi hari ulang tahun Pabrik Fongers yang jatuh pada tanggal 1 September, sumanggah kalau mau ikutan. Detil Touring Obat Nyamuk masih dalam proses ideasi. Nuwun.

  91. jendral kancil Says:

    LUaaaaar biasaaaaa!!!
    dapet dimana nih?
    belum pernah liat sepeda sekeren ini…
    Wajib masuk museum nih, tapi museum yg aman.
    soalnya museum sepedanya ud pada kacau sekarang. pada d pretelin orang…
    CKCKCKCK…..
    Salut deh…

  92. Faj Says:

    JOGJA DAN FONGERS : AIR DAN IKAN

  93. sujiwo Says:

    Fongers mmg bagus, apakah sampai ke Indonesia selalu build-up dr Belanda ya? Mohon petunjuk dr temen2, stang pedal fongers yg original itu yg bagaimana, apakah mesti ada ketrikan Fongers Groningen-nya? thx.

  94. sahidnugroho Says:

    @ Sujiwo
    Silahkan Bapak akses ke http://www.rijwiel.net, http://www.oudefiets.nl dan sepeda.wordpress.com. Disana banyak diulas secara detil mengenai sepeda-sepeda Belanda seperti Fongers. Semoga bermanfaat. Nuwun.

  95. Niko Says:

    buat sujiwo
    -ya setiap Fongers adalah build-up langsung dari Belanda. dikirim utuh yang disusun beberapa sepeda didalam satu kotak kayu. untuk stang, gear,
    sadel dikirim dalam kotak tersendiri. klo mau tahu old photonya. kirim email ke saya ja.
    okin.dibalik@gmail.com
    -untuk stang pedal tidak semua Fongers stang pedalnya memakai tulisan Fongers.

  96. onthelmania Says:

    aku jg punya yg cat nya masih seperti itu.cuman type nya bukan DZ60 tapi fongers D55 barang nya masih bagus banget cuman barangnya tidak terawat karena aku males ngrawatnya karena di katengkas nya ada yg kropos dan mau ak jual.ada yg minat?

  97. citro Says:

    mas kalau D55 mau di jual boleh tuh, berapa nomr tilpnya mas

  98. onthelmania Says:

    @citro

    nomer telpon nya 08124957999

  99. Faj Says:

    mas towil
    terima kasih atas sambutan dan pelayanan yang diberikan kepada rombongan tour ke yokya, mereka sangat menikmati suasana yokya ditambah dengan acara mas towil ngontel dengan rombongan ibu ibu. sekali lagi terima kasih mas towil.

  100. rendra Says:

    wah mas Towil kok ga ngajak ajak to..pdhal seneng loh nginthel bareng ibu ibu..
    @ mas Faj.salam kenal ya

  101. Faj Says:

    injih matur suwun pak rendra

  102. nyembul Says:

    Mungkin ada rekan rekan yang punya stang pedal fongers yg ada tulisannya fongers groningen, as tengah ori BB 60 bisa sms/hubungi saya di 08123016433 atau email ke mlenthonk@yahoo.com

  103. nyembul Says:

    Numpang nanya nic…. Hub ori fongers BB depan-belakang itu pake merk apa yach ??? Matur nuwun….

  104. sahidnugroho Says:

    @ Nyembul
    Pada kasus Fongers DZ tahun 1922 ini, tidak terlihat tulisan merek apapun pada hub roda baik depan maupun belakang. Salam.

  105. berhias Says:

    Ikut nimbrung, Aku ada Fongers DF55 dames seri rangkanya 28XX-XX, rencana pengin dijual apa ada yg minat?

  106. Niko Says:

    -Nyembul
    tentang hubs Fongers sudah kujelaskan pada comment No. 32 diatas.

  107. robin Says:

    wah mas saya mau tuh..saya juga mau jual d55.mkn bisa tuker tambah?bolehkan

  108. Nyembul Says:

    Mau nanya……..
    Kalau fongers tahun 1928 pake rem botol berarti masih pake lampu karbit atau lampu minyak ???
    Mulai tahun berapa fongers sudah pake dinamo dan lampu depan ??? Thanks

  109. Niko Says:

    dinamo sepeda pertama tahun 1912. tp polulernya dinamo mulai 1922.

  110. sahidnugroho Says:

    @ Nyembul

    Nah itu sudah ada jawaban dari Pakar Fongers Jogja he..he..he..
    Kalau dari sisi selera pribadi, untuk Fongers dengan spatbord depan model separuh sebagaimana pada Fongers DZ ini, saya kurang sreg bila menggunakan lampu dinamo, karena akan menutupi keunikan desain spatbord depan. Sehingga akan lebih artistik bia menggunakan lampu lilin, minyak atau karbit. Nuwun.

  111. sopyan Says:

    podjok yth, bahas fongers jengki dund,,,

  112. bagus bogor Says:

    barangkali ada temen2 pecinta fongers di podjok yg tau, dimana kira2 saya bs mendapatkan katengkas terpal yg ada tulisan FONGERS nya?

    matur nuwun….

  113. gunadi Says:

    Yth pak Sahid :
    saya punya fongers heren no rangka bawah sadel 76082 pada rangka bag atas garpu depan tertulis GRON H 55, kom stang menggunakan baut, juga dibawah as kayuhan pakai baut (2 bh) kanan dan kiri
    Dari data tsb sepeda dibuat tahun berapa dan dari type apa.
    sudah mencoba membuka situsnya fongers,karena bahasa belanda tetep gak ngerti.
    Maturnuwun sebelumnya.

  114. Niko Says:

    -gunadi
    sepeda Fongersnya buatan tahun 1917.
    typenya adalah Groningen Model Heren. yaitu kasta terendah pada masamya dari Fongers laki yang stangnya masih pakai kom baut penjepit dan dibawah as tengahnya masih pakai pantek. untuk kasta yang lebih rendah lagi yakni Holland Model tidak pakai baut penjepit dan pantek.

  115. sahidnugroho Says:

    @ Bagus Bogor
    Coba tanya Mas Andyt, dia ahli restorasi sepeda Fongers.

    @Gunadi
    Wah mohon maaf, saya terlambat respon…nah itu sudah ada jawaban dari Bung Niko ahli Fongers dari Jogja he..he..he..

  116. gunadi Says:

    terima kasih bang Niko atas pencerahannya.
    Walau sudah tua dan termasuk klas bawah tapi enak juga gowesannya,karena masih dibantu tromol dan perseneling SA.Dan tiap hari saya pakai terus.
    Sekali lagi terima kasih untuk bang Niko.

  117. Faj Says:

    mas sahid, mau nanya untuk kontruksi rem jungkat jungkit fongers di jogja ada yang bisa membuatnya ? thank mas niko dz 60.masih nyaman benar.

  118. sahidnugroho Says:

    @ Faj
    Mohon maaf, saya kurang tahu. Coba tanya ke Pak Andyt yang banyak merestorsi sepeda Fongers dengan sukses kembali seperti aslinya. Nuwun.

  119. Faj Says:

    mas niko apa tipe dz u th 1921-1928 menjadi kelas ke dua setelah BD ?

  120. sahidnugroho Says:

    @ Faj
    Kang Faj, ikutan nimbrung:

    Fongers DZ menurut situs oudefiets, adalah tergolong sortir ketiga bersama-sama versi heren yakni HZ. Sortir pertama BB dan BD, kemudian sortir kedua adalah CCG dan BDG.

  121. Niko Says:

    DZ th 1905-1959 adalah Fongers cewek soort ketiga setelah BD dan BDG. sebelum 1905 DZ adalah soort keempat. DZ umumnya memakai rem model jungkat-jangkit dengan model klem lepasan dari body frame. hanya pada awal tahun 20-an dan yang paling terbanyak tahun 1922 HZ/DZ memakai rem model jungkat-jangkit dengan model klem menyatu pada body frame. seperti contoh sepeda dz diatas.

  122. nyembul Says:

    ada yang jual pedal ori fongers and sadel hygia ori fongers. Sms : 081.23016433 atau mlenthonk@yahoo.com

  123. Faj Says:

    terima kasih sekali mas sahid dan mas niko jawabannya, darin situs yang saya dapat tentang sepeda onthel dari belanda tentang fongers ( mohon maaf sekali ini yang saya sangat butuhkan koreksi untuk kebaikan semua terutama saya ) bahwa ad artikel bahwa dalam 1921 karena kekurangan bahan setelah perang dunia I hanyan tiga model yaitu : tipe A1 : BB,BD, jenis C : HZ,DZ dan tipe 1M : HH,HD. baru tahun 1928 fongers menawarkan tipe A1 : BB,BD,tipe B1 : CCG,BDG,jenis C : HZ,DZ, jenis D1 : HF,DF dan tipe : H,D.mohon koreksi dari teman-teman yang mengetahuim tentang fongers untuk meluruskan hal tersebut. terima kasih perhatiaanya, sekali terima kasih mas sahid dan mas niko koreksi sebelumnya.

  124. nugroho Says:

    mas mo nanya …

    saya punya sepeda fongers pfg warisan dari bapak saya..

    -no rangkanya 29583 k
    -model jantan sudah pake 3speed hub, kalo jalan bunyi tik, tik, tik…
    -rem tromol
    -katanya dulu keteng ama tutup ban belakang dari kulit - keteng sudah diganti pakai merk phoenix.

    menurut cerita beliau dulu pernah ketbrak mobil
    jadi ada bagian rangka yg sudah diganti..

    mo nanya dimana jual sparepart nya pengen dibangun lg, dan keluaran tahun berapa ya?

    matur nuwun.

  125. sahidnugroho Says:

    @ Nugroho
    Biasanya spare part sepeda tua tidak langsung tersedia, tetapi perlu proses hunting. Minggu, tanggal 6 September mendatang, Kerabat Podjok mengadakan Tour Obat Nyamuk dimana Kerabat Podjok atau tamu undangan lainnya yang kebetulan memiliki sepeda Fongers disarankan untuk dibawa. Pak Nugroho mungkin bisa ikut hadir untuk sekedar mulai proses hunting, karena hampir semua penggemar sepeda Fongers akan hadir, jadi bisa mendapat banyak informasi berharga. Acara kumpul jam 16.00 di depan Kantor Pos besar Yogyakarta, kemudian jam 16.30 konvoi keliling pusat kota, terus ditutup acara buka bersama di warung timoho. Nuwun.

  126. Faj Says:

    maaf mas sahid ngrepotin, kalau ada waktu pas tour obat nyamuk, kalau ada teman-teman podjok yang punya CCG atau BDG antara tahun 1921 sampai 1927 saya di beritahu, nuwun mas.sebagai bahan referensi saya.

  127. Niko Says:

    Fongers tidak memproduksi soort B(CCG/BDG) hanya pada tahun 1920 sampai 1923. untuk tahun setelahnya tetap produksi cuma memang sedikit sampai 1928. ada foto CCG 1925 di oudefietsen yahoogroup. Silahkan ikut bergabung digroup tersebut.

  128. Niko Says:

    ralat:
    1928 seharusnya 1927

  129. Faj Says:

    thank mas niko.

  130. nugroho Says:

    wah sayang sekali saya gak bisa hadir di acara tour obat nyamuk.. lokasi saya sedang dijakarta..

    salama aja semoga lancar acaranya.

  131. Niko Says:

    tambahan:
    untuk Fongers HF/DF dan H/D ada pertama kali tahun 1926. sebelumnya untuk soort paling rendah tertulis HH/HD. sebelum 1920 sebagian tertulis Holl. H dan Holl. D sebagian tertulis HH/HD untuk soort paling rendah.

  132. bagus bogor Says:

    beruntung skali YK memiliki dhek niko, yg telah dgn ikhlas memberi pencerahan masalah fongers ini. jadi kita gak usah jauh2 tanya ke groningen sana. semoga ilmu per-fongers-an dhek niko semakin bertambah lagi, amien…..

    sayang sekali sy gak bs ikut tour de obat nyamuk, berhubung baru mudik ke jawa minggu depan.

    wassalam

  133. Niko Says:

    -untuk Holl H/Holl D, HH/HD, H/D serta HF/DF bentuk rangka seperti sepeda-sepeda biasa pada umumnya. kom-koman model biasa serta bawah as tengah tanpa pantek. untuk seri selain diatas kom-koman pakai model pengikat stang dan as bawah pakai pantek. ada pengecualian untuk sebagian sepeda Fongers non regular(militer, transportfiet,dll) serta sedikit sekali Fongers HZ/DZ tahun 1935 keatas yg tidak memakai kom-koman model penjepit. namun kebanyakan HZ/DZ diatas tahun 1935 tetap pakai kom-koman model penjepit stang.

  134. Niko Says:

    tambahan:
    mayoritas Fongers militer tetap memakai kom-koman model penjepit stang, serta sebagian besar mamakai bentuk ujung fork seperti Fongers BB/BD.

  135. riyadi Says:

    mas niko saya baru saja dapat fongers DZ60, tetapi kok gak ada panteknya ya.

  136. Niko Says:

    kirim ja fotonya ke emailku:
    okin.dibalik@gmail.com

  137. Ramadhan Says:

    @Mas niko
    sebelumnya salam kenal nih mas.
    Mas Niko Saya kmrn Ditawarin Sepeda Fongers uk 24/60 Katanya jenis Militer.
    ciri ciri sepeda :
    1.Pakai komstang(balhof)
    2.braket As belah, dibawah braket ada nomor’a 3digit.
    3.model AS Tdk Kroncong.
    4.Nomor Rangka 444-09 Posisi Disbelah Kanan.
    5.diatas bahu fork tdk trdapat indtitas ( BB,CCG,HH )seperti fongers pada umum’a.
    6.Supitan Blkg Nyambung Seperti speda Simplex cycload.
    yang jd prtanyaan :
    1.Apakah ciri2 trsebut memang untuk Sepeda Fongers Militer.
    2.apakah ada sepeda fongers tanpa identitas n Nmr Rangka Posisi disebelah kanan
    3.apakah hanya sepeda fongers yang penulisan rangka’a memakai tanda (-).
    Mohon pencerahannya
    Trims…

  138. Ramadhan Says:

    o..ya mas sepeda fongers militer tersebut jenisnya heren. tapi saya ga sempat foto sepedanya.
    trims..

  139. Niko Says:

    kirim ja fotonya ke emailku biar bisa lebih jelas.

  140. handiko Says:

    whuaaa… spedanya keren.. jadul abiz..
    jdi pengen..
    hehe..
    kira2 harganya sekarang brp ya??
    hhmm..
    ^.^

  141. abdul majid Says:

    trims mas…..kalo pulang ke jogja insyaalloh mampir…..di kalimantan masih ramai juga….majid janturan

  142. Majid Says:

    Mas niko pak sahid apakah oprasi rem buat hz sudah baku pakai rem songgot artinya ma,af sepengetahuan mas2 mengenai hz(sebelum th 1930) tidak pernah di ketemukan memakai terpedo.

  143. brongot Says:

    System rem-nya rumit dan agak rigid ya pak?

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.