#1: Gelar Sepeda Fongers
#2: Si Dino CCG, sepeda kesayangan Wongeres Opoto
113 tahun sudah berlalu dalam episode perjalanan panjang dari merek sepeda legendaris dari Belanda yakni Fongers. Sepeda yang diyakini memiliki sistem kontruksi dan mekanik terbaik pada jamannya ini, memang mendapatkan tempat khusus di hati para penggemarnya.
Berdasarkan catatan sejarah yang dikutip dari situs www.fongers.net disebutkan bahwa industri rumahan yang memproduksi sepeda Fongers yang sebelumnya hanya disebut sebagai A. Fongers, akhirnya dijadikan sebuah produksi skala massal melalui pembentukan badan usaha formal pada tanggal 1 September 1896, yang disebut ‘NV De Groninger Rijwielenfabriek A. Fongers’.
Sangat mengherankan sejarah besar Fongers di sepanjang akhir abad 19 dan awal abad 20, ternyata berakhir kurang menggembirakan pada sepertiga akhir abad 20. Fongers yang sesungguhnya merek yang cukup kuat justru kemudian pada tahun 1960-an di-merger dengan merek Phoenix dan Germaan menjadi merek baru PFG. Strategi branding yang dalam doktrin pemasaran modern justru bisa dianggap sebagai sebuah kesalahan besar, karena merupakan bentuk co-branding yang tidak seimbang. Yakni Fongers yang kuat harus mensubsidi image Phoenix dan Germaan yang lemah, akibatnya keberadaan merek PFG tergulung oleh dinamika persaingan industri sepeda pada waktu itu. Dan sekarang ini merek Fongers dikuasai oleh Batavus, yang kemudian hanya berperan sebagai flanking brand atau merek pendamping guna merusak konsentrasi pesaing Batavus. Meskipun tragis, tetapi inilah siklus kehidupan merek yang harus dialami Fongers.
BB, BD, CCG, BDG, HZ, dan DZ adalah sekian varian spesial yang selalu menjadi bahan pembicaraan utama bilamana berbicara mengenai sepeda Fongers. Desain spatbord yang khas dengan lekukan menonjol ke atas merupakan ciri gampang untuk mengenali sepeda ini. Gir obat nyamuk dan sistem rem klasik model kawat atau botol yang unik juga menjadi identitas tersendiri. Demikian juga desain setang yang unik dengan klem pada batang setang dan sistem pengunci setang untuk onthelis yang ingin akrobatik “lepas setang” saat menggeber Fongersnya di jalanan.
#3: Sepeda Fongers dengan aneka model dan aneka tahun
#4: Fongers DZ 1922 berjajar dengan Fongers BB 1926
Sejarah panjang yang sarat dengan reputasi kualitas membuat sepeda ini menjadi koleksi sangat berharga terutama di negeri asalnya Belanda dibandingkan dengan merek-merek rival terdekatnya seperti Gazelle, Simplex, Empo dan Batavus.
Kondisi sebaliknya terjadi di Indonesia, sepeda Fongers justru baru mulai diburu para kolektor setelah gelombang perburuan sepeda Gazelle dan Simplex berakhir, atau tepatnya dimulai sekitar awal tahun 2009 ini. Hal ini tentu saja berakibat harga pasar sepeda Fongers untuk varian-varian spesial meroket pesat mendekati harga sepeda Gazelle, dan bahkan mulai melampui harga sepeda Simplex.
Sebagai bentuk apresiasi untuk keberadaan sepeda Fongers di Indonesia, pada Hari Minggu 6 September 2009, Podjok menyelenggarakan thematic tour yang dijuluki “Toer Obat Njamoek” dengan memanfaatkan momentum hari ulang tahun pabrik sepeda Fongers ke 113 yang jatuh pada tanggal 1 September.
Acara sederhana dimulai dengan gelar sepeda Fongers di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta yang di luar dugaan dihadiri sekitar 50 onthelis yang sebagian besar membawa sepeda Fongers kesayangan masing-masing. Hadir pula sahabat komunitas Opoto dengan membawa koleksi sepeda Fongers yang cantik-cantik bak gadis ranum he..he..he..
Kejutan lain adalah hadirnya Bapak Triharjun, Sekretaris Daerah Provinsi DIY, yang ternyata juga seorang penggemar Fongers. Beliau sewaktu masih muda dulu selalu menggunakan sepeda Fongers untuk bersekolah, dan sepeda Fongers HF itu pulalah yang dikendarai Beliau pada kesempatan acara ini.
#5: Potret bersama sebelum berangkat City Tour
#6: Awas Dino CCG lewat he..he..he.. klasik dan anggun…
Acara kemudian dilanjutkan dengan city tour sekaligus menuju lokasi Warung Depot Sambal di bilangan Baciro. Sambil menunggu saat berbuka puasa, panitia mendaulat Bapak Triharjun untuk melakukan ritual tiup lilin kue ulangtahun Fongers. Kemudian diadakan penarikan doorprize kaos Fongers untuk dibagikan kepada partisipan yang beruntung. Sederhana namun berkesan adalah kesimpulan umum untuk acara Toer Obat Njamoek 2009 ini (Liputan Sahid Nugroho)
#7: “Tiup lilinnya…tiup lilinnya…sekarang juga…”
#8: Potongan roti HUT Fongers dianugerahkan kepada Pak Harun yang hadir ngonthel dari Klaten.
September 8th, 2009 at 6:49 am
Selamat yac buat panitia yang telah sukses acaranya….
Meriah banget acaranya, coba klo di jawa timur pasti saya ikut. Jadi ngiler liat pasukan fongers.
September 8th, 2009 at 8:49 am
Terimakasih buat Bpk Tri Herjun selaku Sekwilda DIY yg ternyata sangat merakyat, low profile dan ramah berbaur dgn pasukan onthel.
Buat OPOTHO juga kami ucapkan terimakasih atas kehadirannya, serta buat semua kerabat PODJOK.
Acara ini tidak bermaksud utk menonjolkan sepeda Fongers, tetapi semata-mata hanya semacam tema dlm rangka HUT Fongers, serta mengapresiasikan & bertukar informasi ttg sepeda Fongers.
Mungkin dikesempatan mendatang akan kita apresiasikan dgn merk sepeda yg lain seperti Raleigh, Simplex dsb.Jadi hanya sekedar utk bahan bertukar wawasan saja.
Salam onthel…
September 8th, 2009 at 9:05 am
Jogja memang penuh talenta Onthelis yang selalu bs menghadirkan acara2 yang menyenangkan, saya salah satu pecinta Fongers Tua (BB s/d HZ)mengucapkan selamat kepada P Sahid, Kang Towil dkk atas suksesnya acara tour Obat Nyamuk nya
September 8th, 2009 at 9:07 am
jos gandhos dab….!
September 8th, 2009 at 11:52 am
ka kalau saja lagi main ke jogja
September 8th, 2009 at 11:55 am
meriah euy…….
September 8th, 2009 at 12:00 pm
pada waktu parade onthel kemarin, ternyata tidak hanya dinikmati oleh para “onthelis” saja, tetapi warga masyarakat dan turis yang sedang berada di jogja juga ikut menikmatinya.
SELAMAT…buat teman-2 “podjok” dengan semua kreatifitas acaranya.
September 8th, 2009 at 12:19 pm
Selamat atas Toer Obat Njamoek Fongers kepada temanteman Podjok dan komunitas sepeda lainnya. Sayang nggak bisa ikut dan hadir. Lain waktu bisa bergabung. Salam onthel
September 8th, 2009 at 8:34 pm
maju terus fongers mania di jogja
September 9th, 2009 at 12:08 am
seru juga nih…
maaf mas, pak, sedherek PODJOK sedaya, kemarin temen2 SOLO blm bisa nyusul ke jogja…
September 9th, 2009 at 1:25 am
Dimas Dian, bagaimana kalau kita adakah tour bersama, terus nanti ketemu di Gondang Baru Klaten, bikin acara di Museum Gula…Mau?
September 9th, 2009 at 7:32 am
Mas “TOWIL + BAGUS + SAHID
Acaranya cukup bagus & Rap, namun sayangnya saya kok gak diundang, minimal Woro-woro “Fongers” & “Simplex” adalah Favourite saya.
Salam.-
September 9th, 2009 at 8:46 am
@Ki Demang,
Sebenarnya woro-woro sudah kita umumkan melalui web Podjok.
Pada intinya kita mengundang siapa saja bagi penggemar semua sepeda onthel, khususnya merk “Fongers” utk berpartisipasi dlm rangka HUT sepeda Fongers.
Nantikan even PODJOK lainnya dibulan mendatang.
Kemungkinan kita akan adakan halal bi halal ke PG Gondang Baru - Klaten di rumah Pak Harun.
Tanggalnya menyusul.
Salam onthel…
September 9th, 2009 at 10:37 am
Sugeng siang mas2 podjok..wah jd pengen ikut nich, undang2 ya pak ketua klau ke PG gondang siapa tau sy pas mudik,soalnya didkt PG Itu ada wrg mkn bebek goreng nglinggi ditengah sawah yg uempuk lan uenak tur murah pol.klau plng hunting pasti mampir.
September 9th, 2009 at 8:03 pm
@ Iwan Hatta
Beres Boss…siap laksanakan, nanti Mas Towil akan woro-woro lebih lanjut.
Sudah ada rencana Tour Gondang Baru. Namun masih akan didiskusikan apakah akan dijadikan acara syawalan tanggal 4 Oktober atau acara touring biasa di pertengahan Oktober. Onthel goes marching in!
September 9th, 2009 at 8:09 pm
wow luar biasa… selamat kepada sahabat PODJOK, acara yg sangat mengesankan, sayang sy blm bisa bergabung..pdahal kepengin sekali melihat sejoli pak Sahid sang DZ dan BB yg nampak anggun..
salam dr karawang
September 9th, 2009 at 8:43 pm
@ Rendra
Pak Rendra nanti seusai restorasi DZ klangenannya kita adakan selamatan dengan acara ngonthel bersama dan potong tumpeng he..he..he..
September 9th, 2009 at 9:42 pm
love u FONGRERS….
September 9th, 2009 at 9:43 pm
sangking buru-buru jd salah tulis,he..,
September 10th, 2009 at 12:22 am
Bung Niko…kemarin kok tidak muncul di Toer Obat Njamoek…padahal sangat dinanti untuk hadir sebagai pakar Fongers dari Jogja he..he..he..
September 10th, 2009 at 9:15 am
fongers salah satu sepeda kesayangan ..diantara semua juga ku sayang hehehe.
@pak rendra: undangan udah nyampai kan pak
@ki demang mohon maaf pak jika undangan tdka bisa nyeberang ke seberang heheheh….ki demang kita akan ketemu segera njihhh,
@ faj hemmmm..tak ada loh tak rameee dab.
@mas iwan
pulang ke kota mu adalah wajib hukum nya..tour ke klaten jauh lebih mantab di tambah makan bebek goreng hehehehe
@wong cilik heheheh kapan ke jogja kita tour wess beress ttg jogja heheh
@mas Dian rapopo mas solo jogja masih di 60 km hehehe
@ mas bagus majenun
di lain kesempatan yaa ikut podjok
@ pandak bantul
ini jawabnya ini soalnya.
@mas niko piye jal kok ra muncul hehehehe
@nyembul muncul tenggelam adalah biasa..heheheh salam fongers salam podjok
yang pasti kagem semua team…kita tak pernah lelah
onthel iku miggunani kagem sedaya
towil
September 10th, 2009 at 2:29 pm
Tks untuk relation ship nya dab.
sukses selalu.
September 11th, 2009 at 7:14 pm
@ pak Sahid…wong barang rupane pas pasan kalau pakai tumpengan mundak kualat…hehehe
@ mas Towil.. mana dong email ftnya.. ditungu loh
salam
September 11th, 2009 at 9:07 pm
@ Rendra
Pak Rendra, untuk restorasi kornetten (jaring spatbord belakang) sebetulnya bisa dibikin sendiri, karena kontruksinya ternyata sederhana.
Talinya seperti tali katun/kenur hitam yang mudah dicari, lalu per-nya bisa pakai per bolpoint, terus klem-nya yang nempel di spatbord cuma klem biasa yang sampai kini masih banyak yang jual.
Terus untuk klem pengikat jaring di bawah yang nempel di as roda, kebetulan saya punya asli dari Belanda, manggah kalau mau dipakai, tapi masih otw dari sana. Nuwun.
September 12th, 2009 at 9:11 am
nuwun penecerahannya, nanti saya aturke mas margono,kayaknya utk klem pengikat kornetten yg nempel di as terbuat dari kuningan masih nempel pak, tp nanti kalau ternyata tdk berfungsi sy bade nyuwun penjenengan,, nuwun
September 14th, 2009 at 7:33 am
@ Den Bagus & Mas Towil
Tks atas Responnya, dan insyaallah dalam waktu dekat ini kita bisa ketemuan, itu katanya yg punya “PODJOK”.
Salam.-
September 19th, 2009 at 2:32 pm
Selamat dan sukses selalu untuk kawan-kawan Onthel di sana.
KAMI KELUARGA BESAR “BUBUHAN ONTHEL MAHAKAM” (BOM) SAMARINDA MENGUCAPKAN :
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 H
MINAL ‘IADIN WAL FAIZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
kepada kawan-kawan onthelis dimanapun berada, teman-teman komunitas sepeda lainnya. Semoga persahabatan kita tetap terjalin dengan baik. Amien….
September 22nd, 2009 at 12:45 pm
Kepada para sahabat onthelis BOM Samarinda, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H, Mohon maaf lahir dan batin, semoga Alloh SWT selalu memberi kekuatan dan kemudahan bagi semua komunitas onthelis se-nusantara dalam menjalankan kampanye kembali bersepeda demi masa depan bumi yang lebih baik. Good luck!
September 22nd, 2009 at 2:57 pm
Buat semua kerabat, sedulur & sahabat PODJOK, serta semua pecinta onthelis di seluruh Nusantara, saya mengucapkan “Selamat Hari Lebaran 1430H, Mohon maaf lahir & batin”.
Salam onthel…
September 24th, 2009 at 11:27 am
KAMI DARI ONTHEL BALIKPAPAN MANIA MENGUCAPKAN ” SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI 1430 H , MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN……….. MUDAH MUDAHAN ONTHEL SEMAKIN JAYA
September 28th, 2009 at 11:09 am
Kang Towil, rekan podjok dan semua onthelis met lebaran mohon maaf lahir dan batin.
@= Warga Jogja, mari kita giatkan segosegawe!
September 28th, 2009 at 11:38 am
sukses buat mas towil & kerabat Podjok..
—salam—
October 3rd, 2009 at 10:36 am
selamat idul fitri u teman-teman podjok mohon maaf lahir batin.
October 3rd, 2009 at 10:37 am
mohon maaf lahir batin u teman-teman podjok semua