Ketika waktu memasuki saat Malam 1 Suro, maka di seputaran Pulau Jawa akan banyak bermunculan ritual-ritual budaya tertentu seperti mubeng beteng tapa bisu, jamasan pusaka, doa bersama, dan selamatan sebagai bagian dari pelestarian adat-istiadat masyarakat Jawa yang memiliki apresiasi cukup tinggi pada pergantian Tahun Baru Jawa 1 Suro 1943 Dal sekaligus juga merupakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1431 H tersebut. Dan khusus tahun 2009 ini ternyata memiliki makna cukup istimewa, karena dilihat dari sistem penanggalan Jawa, kita memasuki tahun Dal yang sungguh memiliki kedudukan istimewa di antara siklus tahun-tahun Jawa yang berlaku.
Pada hari Kamis 17 Desember 2009, Podjok sebagai komunitas yang juga memiliki platform pelestarian budaya leluhur, tentu saja tidak ketinggalan untuk melakukan ritual khusus dalam konteks dunia sepeda onthel yakni Acara Jamasan Sepeda. Podjok sebagai warga Jogja, turut hadir dalam puncak peringatan Malam 1 Suro yang dipusatkan di lokasi depan Pagelaran Kraton Kasultanan Yogyakarta yang mulai ramai didatangi masyarakat dari berbagai penjuru daerah mulai jam 21.00 WIB. Ketika prosesi upacara doa bersama pemberangkatan acara mubeng beteng yang dilakukan para tokoh lokal kota Jogja selesai dilaksanakan, maka Podjok kemudian langsung memulai Acara Jamasan Sepeda yang dimulai menjelang tengah malam tersebut.
Acara yang dikemas secara sederhana ini, diawali dengan persiapan uba rampe jamasan oleh Mbah Santosa berupa air kembang setaman yang dituang dalam guci kuningan kecil, kemudian disusul pembacaan puisi oleh Kang Towil mengenai “penghormatan sepeda sebagai sesuatu yang sangat berguna”, seusainya kemudian, acara jamasan dimulai dengan memercikan air kembang ke setiap sepeda Kerabat Podjok yang hadir oleh Mbah Santosa, sebagai simbol penghormatan pada sepeda yang telah berjasa banyak dalam episode kehidupan para pemiliknya. Sepeda juga bisa dianggap sebagai salahsatu pusaka kehidupan karena memiliki manfaat yang luarbiasa besar untuk proses cipta, rasa, karsa dan karya kehidupan sehari-hari sebagaimana disuratkan dalam motto “Onthel iku migunani kagem sedaya”.
Ritual ini bukanlah sebuah proses pemujaan benda mati yang berbau klenik, tetapi merupakan bagian dari kampanye stop global warming yang dikemas dalam bentuk acara budaya lokal. Mengajak masyarakat kembali bersepeda dilakukan dengan mengangkat kedudukan sepeda sebagai salah satu pusaka kehidupan. Podjok sesuai visinya, berusaha mengembalikan lagi roh budaya Jawa dalam kesempatan-kesempatan kontekstual agar “Wong Jawa ora ilang Jawa-ne”. Budaya adalah peninggalan adiluhung dari para leluhur yang tidak mungkin diciptakan secara sembarangan, sehingga kita sebagai generasi pewaris berkewajiban untuk melestarikannya. (Liputan dan Potret: Sahid Nugroho).
#1 Ritual Mubeng Beteng - Tapa Bisu oleh Warga Jogja
#2 Mbah Santosa siapkan uba rampe
#3 Kerabat Podjok yang hadir
#4 Pembacaan Puisi Sepeda oleh Ketua Podjok
#5 Jamasan sepeda sedang dilaksanakan
#6 Tim Penjamas Sepeda: Mbah Santosa & Yu Atik
#7: Prosesi budaya dengan bersepeda oleh Komunitas lainnya.
December 28th, 2009 at 10:23 pm
terimalasih kepada segenap masyarakat jogja,Podjok hadir dan bisa menjawab semua yang ada
ayoo kembali bersepeda adalah ajakan kami sebenarnya bahwa sepeda perlu di rawat di pergunakan kembali dengan berbagai fungsi
salam dari kami kerabat podjok
towil
December 28th, 2009 at 10:59 pm
tadi siang saya berita di kompas.com kalau di Fukuoka Jepang juga sedang digalakan jalur sepeda…memang salut dengan masy Jepang yang masih menghargai dan tidak gengsi bersepeda padahal negara tersebut teknologinya khususnya otomotif sangat maju tetapi masih saja masy Jepang mencintai bersepeda..Mengapa kita tidak seperti mereka?
December 29th, 2009 at 11:17 am
Selamat dan Sukses untuk acaranya.
@ mas Towil
semoga kepemimpinan mas Towil di PODJOK dapat menginspirasi komunitas lain.
salam kenal
rudie_KOTA
January 5th, 2010 at 11:27 pm
Whaaa.. kliatannya acaranya asik tuch.. ^,^
yups bner.. Cz
Bangsa yang hebat adlah bangsa yang slalu mngenang & menghargai sejarah bngsanya.
terus semangat yaa…
(^o^)
January 6th, 2010 at 3:08 pm
@ pak handiko,mas vembri,onthel kota…INI TAK SEBANDING apa yang telah di berikan kepada kita semua…ayo isi dan tumbuh kembangkan.
salam
January 7th, 2010 at 12:02 am
yups.. tetep lestarikan budaya indonesia..
smpai luar negri
huehehe…
^_^
SMAANGAT SLALUU…
January 27th, 2010 at 9:09 pm
mbah santosa, …duh jadi inget ki joko bodo, jadi tambah sakral
, nyai loro kidul dateng nggak ya ? salam takzim dari agusti defoc
January 29th, 2010 at 12:33 pm
haluuu.haluu…
hehehe..
klu di inget2 kyak pnyanyi Gombloh..
kurang tinggi dkit..
^^
Tetep smangaaat…
Slam Onthel dri Srabaya..
Kriiing…kriiing..
April 16th, 2010 at 6:19 pm
Salam Onthel dan salam kenal bagi para ketua dan pengurus PODJOK..salut saya ucapkan kepada PODJOK yg saya lihat telah mengapresiasikan semua jenis sejarah & budaya JOGJA khususnya didunia onthel..ketertarikan saya terhadap dunia onthel krna onthel yg sangat melegenda di Indonesia khususnya pulau jawa..menjawab ketertarikan saya tersebut akhirnya saya mempunyai sepeda onthel 3..yg 2 tdk terdapat merk dan yg 1 merk Batavus seri 13xxxx dan masuk anggota PIETS Taman Mini yg diketuai Bapak Letkol Yasa..Semoga PODJOK tmbh sukses dlm melestarikan dunia onthel di Indonesia khususnya di Jawa-Jogja..salam onthel..Prio Jatmiko-Depok 2 Tengah-anggota PIETS Taman Mini
April 17th, 2010 at 1:18 pm
Terima kasih Pak Prio atas apresiasinya. Salam kenal dan salam sepeda. Nuwun.
May 6th, 2010 at 8:36 pm
hahaha……. sip
gambarnya ada yang lucu