Sabtu pagi 6 Juni merupakan hari istimewa bagi para pecinta sepeda di Jogja. Pada hari itu Walikota Jogjakarta Drs. Herry Zudianto, MM, Akt meresmikan pendirian rambu-rambu jalur sepeda di Jogja. Memang jalur sepeda yang dimaksud bukanlah jalur sepeda secara riil sebagaimana yang masih terlihat di kota Klaten dan Solo, tetapi jalur alternatif untuk para pesepeda dengan memanfaatkan jalan-jalan kampung di kota Jogja. Rambu-rambu jalur alternatif sepeda sekitar 400 buah akan dipasang diseputar kota Jogja.
Meskipun hanya jalur alternatif, tetapi inilah hari bersejarah dimulainya komitmen riil dari Pemkot untuk para pesepeda Jogja. Walikota dalam kesempatan acara peresmian tersebut, menegaskan bahwa pembangunan jalur sepeda sesungguhnya bukan sekedar untuk memfasilitasi wisata nostalgik atau heritage, tetapi benar-benar merupakan bentuk kepedulian masyarakat Jogja untuk ikut berperan dalam mengatasi masalah global warming. Banyak manfaat positif yang bisa didapat bila semakin banyak orang mau bersepeda. Badan menjadi lebih sehat, bumi menjadi lebih sejuk, dan devisa negara lebih bisa dihemat. Bayangkan bahwa kita sesungguhnya menghabiskan Rp 5.000,- dana subsidi dari APBN untuk per liter konsumsi BBM yang kita gunakan.
Keluarga besar Podjok dalam kesempatan ini memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Herry Zudianto, MM, Akt. yang selama ini telah memberikan teladan dan komitmen pribadi yang sangat luar biasa untuk membangkitkan kembali budaya bersepeda di Jogja melalui Program Sega Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah & Nyambut Gawe). Kita awali kali ini dengan jalur alternatif dulu, untuk kemudian pada masanya nanti akan benar-benar ada jalur riil untuk sepeda di kota Jogja. You never ride alone…fresh our planet with less carbon life style (Liputan Sahid Nugroho)
Potret bersama di Gang Tohpati Jalan Taman Siswa seusai pemasangan rambu
Walikota yang low profile dan sangat dibanggakan oleh masyarakat Jogjakarta


