Mulai Hari Selasa tanggal 22 Juni 2010, Podjok bekerjasama dengan Bentara Budaya menyelenggarakan pameran sepeda berthema Indische Fietsen 2010 yakni sepeda-sepeda onthel yang pernah merajai jalanan kota-kota di Indonesia pada masa lalu. Terdapat sekitar 30 lebih sepeda yang dipamerkan, dengan 2 sepeda bintang tamu kontribusi Pak Azhar Yulianto Kendal dan Pak Rendra Kerawang. Pameran ini akan berlangsung sampai dengan Hari Rabu 30 Juni 2010. Berbagai tipe dan merek sepeda digelar untuk memberikan referensi yang relatif cukup mengenai sejarah sepeda onthel di Indonesia. Ditampilkan sepeda-sepeda buatan Belanda seperti Gazelle, Simplex, Fongers, dan PFG. Kemudian sepeda buatan Inggris seperti Raleigh dan Humber. Tidak ketinggalan pula sepeda buatan Jerman seperti Falter Transport. Segenap Kerabat Podjok memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengurus Bentara Budaya Jogja yang sudah memberi kesempatan kepada Podjok untuk berkampanye kembali bersepeda melalui pameran yang sensasional ini.Bagi kalangan onthelis, pameran seperti ini barangkali sudah menjadi hal biasa saja. Namun bagi masyarakat awam, banyak inspirasi dan motivasi yang mungkin bisa muncul seusai melihat puluhan sepeda onthel yang tetap cantik terawat meskipun sudah berusia puluhan tahun tersebut. Kembali bersepeda menjadi isu yang menghangat sesuai dengan fenomena global warming yang mengancam eksistensi peradaban manusia di bumi ini. Bersepeda tidak saja ramah lingkungan, namun juga membangun mutu kehidupan melalui kesehatan fisik dan mental yang lebih baik. Bersepeda tidak saja hanya membakar kalori yang berlebihan, namun juga mampu mengurangi tingkat depresi. Semoga melalui pameran ini, dapat lahir para pecinta sepeda generasi baru yang semakin meramaikan jagad persepedaan di Indonesia. Don’t miss it…(Liputan Sahid Nugroho).#1: Penonton mbludak…membanjiri Bentara Budaya…
#2 Rama Sindhu selaku Produser Eksekutif Pameran…
#3 Membuka Pameran dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya
#4: Pameran Indische Fietsen 2010 pun sudah dibuka…
#5: Inilah sepeda dengan slebor kayu kontribusi Ki Ageng Sentolo
#6: Pengurus Podjok bersama para debutan baru Kerabat Podjok yang muda, ganteng dan cantik…
#7: Salah satu maskot pameran yakni BSA Paratrop bersama sang owner Yudi Kasim
Jun
23
24 Responses
Leave a Comment
June 23rd, 2010 at 2:22 pm
mohon ijin utk mengelink ….
thx b4…
June 23rd, 2010 at 2:30 pm
[…] JAM, world dance day 29 april 2010FONGERS “INTERNATIO” D-55 KADO ULTAH DARI NENEK Podjok YogyaPameran Indische Fietsen 2010Oendangan DOC 2010Kaos Donasi DOC 2010 Onthel PotoronoDesa Wisata Sorowulan: Rumput Hijau yang Butuh […]
June 24th, 2010 at 12:54 am
Sumanggah Mas Heru….semoga bermanfaat…
June 24th, 2010 at 7:17 am
MANGSTAB…. KETEMU DI DOC 10-11 JULI 2010
June 24th, 2010 at 8:04 am
sangat mengagumkan
podjok exelence..hanya bangsa yg besar yg bisa menghargai sejarah….
June 24th, 2010 at 9:04 am
Momentum yang tepat, juga sebagai pemanasan DOC yang akan digelar kerabat Podjok. Coba dilengkapi penerbitan buku by Podjok ya. Pasti luar biasa
Salam dari kampung Potorono.
June 24th, 2010 at 12:24 pm
Sukses deh …keep on rolling onthel
June 24th, 2010 at 8:20 pm
@selamat buat kerabat PODJOK, tks kesempatannya.. sukses selalu.. salam dari Karawang
June 25th, 2010 at 3:12 pm
SUKSES selalu untuk Kerabat PODJOK, yang sudah mensosialisasikan Ontel ke masyarakat umum.
June 27th, 2010 at 7:59 pm
manteb tenan lha mbah profesor ngatidjo mana?
June 28th, 2010 at 2:12 pm
Hehe… akhirnya saya sudah dapet edisi kedua buku onthelnya Pak Hermanu dan Podjok. Semoga makin banyak lagi buku onthel ditulis.
Mas Towil, ulasan Towil fiets di Kompas perlu diupload lho, sebagai inspirasi. hehe…
June 30th, 2010 at 6:02 pm
Kerrennnnnnnn……!!!
usul ajah ,, lo memungkinkan di pajang juga, sparepart yg langka2, mungkin di letakan di sebuah etalase,,nuwun.
July 1st, 2010 at 7:46 pm
Syukur sekali saya bisa menyaksikan pameran ini.
Saya pemula yang tadinya hanya tahu beberapa merek sepeda saja, ternyata ada puluhan merek.
July 3rd, 2010 at 6:45 am
selamat dan bangga katur kerabat PODJOK yang menyelenggarakan event langka spt ini.Saya hanya sempat lihat sekilas di reportase tv,sy sedih dan kecewa krn tidak langsung melihat di BB.Semoga virus spt ini tertular ke semua komunitas ontel dimanapun.Apapun merk sepedanya,yang penting gowesnya.Matur nuwun,monggo
July 6th, 2010 at 1:43 pm
Selamat & sukses untuk penyelenggara event,
sayang Jum’at malam sampai Jogja kemalaman,sudah tutup
Sabtu pagi jam 6 kembali pilang
mampir di BB belum buka
untung masih kebagian bukunya
matur sembah nuwun Pak Sahid buku Piet Onthel nya sudah sampai
July 6th, 2010 at 2:07 pm
selamat & sukses ya teman teman
podjok ,onthelis bumi kutha miring
(retno dumilah)madiun siap berangkat even jogja matur suwun
July 7th, 2010 at 6:43 am
mas kalo sy sampai yogyanya sabtu malem,bisa langsung gabung ke silaturahmi tho.Ada acara keluarga di solo dulu,nuwun
July 8th, 2010 at 7:07 am
katur mas hermanu,bagaimana saya bisa mendapatkan buku ontelnya,apa langsung ketemuan saja,pa harus ketik reg spasi tulis nama anda ( nyuwun ngapunten he 3)
July 8th, 2010 at 4:25 pm
@ Humbermania DEFOC 0905.
Buku Indische Fietsen 2010 juga akan dijual resmi sebagai salahsatu merchandising pada event DOC 2010 seharga Rp 50.000,- per exp. Sementara ini, Podjok belum menyelenggarakan layanan online.
July 8th, 2010 at 4:26 pm
@ Pak Gunadi
Sami-sami Pak Gunadi…semoga berkenan. Nuwun.
July 10th, 2010 at 10:05 pm
Top. Kegiatan yang bagus.
bcoz we are indonesian. (Itu ngefek lhoo buat orang awam yang melihatnya, seperti sy ini)
Tapi kalau boleh saran, itu kenapa sih kok posternya gambar kumpeni??
Bukankah sebaiknya tidak mengidentikan sepeda onthel dengan jaman penjajahan. (Karena itu kesan yang saya tangkap dari poster itu)
Akan lebih baik jika gambarnya “wajah indonesia”
Terimakasih. Bravo sepeda onthel jogja!!
July 18th, 2010 at 3:12 pm
bsa paratrop nya ok,salam kenal buat onthelis lndonesia sukses buat podjok.
July 19th, 2010 at 1:22 pm
buat kerabat podjok, saya mohon infonya tanya, kalau mau beli buku indische fietsen itu dimana yah??? 08174117449. maturnuwun
July 19th, 2010 at 5:04 pm
Pak Pitoyo, buku Indische Fietsen bisa dibeli di pasar sekunder. Rata-rata pedagang klithikan di Jogja punya stok berlebih. Harga pasar sekunder sekitar Rp 50-75.000. Nuwun.