Nov 27

Sungguh luar biasa ide dari Dandim 0734 Kota Yogyakarta Letkol Aruadji Anwar yang menginisiasi event kolaborasi antara seni, sejarah, komunitas, dan nasionalisme melalui acara Jogja Wall Nation yakni kontes mural di sepanjang Jalan Malioboro untuk mengenang sosok icon militer Indonesia yakni Panglima Besar Jendral Sudirman.

Event digelar pada hari Sabtu 14 November 2009 dimulai dengan konser musik di Alun-Alun Utara dan berlanjut dengan kontes mural sampai dinihari. Podjok sebagai komunitas yang selama ini juga menggelorakan nilai-nilai nasionalisme tentu saja tidak ketinggalan untuk turut berpartisipasi dalam acara ini.

Podjok hadir dengan sekitar 80-an onthelis didampingi beberapa perwakilan komunitas lain seperti JOC dan lainnya. Podjok juga memunculkan sosok replika Pangsar Jendral Sudirman yang diperankan oleh Ki Ageng Gono. Meskipun mengaku kepanasan dengan jas wool, namun Pak Gono tampil cukup prima malam itu.

Nilai-nilai nasionalime memang harus selalu digelorakan sebagai bentuk manifestasi penghargaan atas jasa leluhur yang berkorban demi keberadaan negara republik di bumi Indonesia. Kita sebagai pewaris harus menjaga negara ini dengan sebaik-baiknya. Right or wrong is my country…jadi meskipun negeri ini masih banyak bermasalah, namun kita tetap bangga menjadi seorang Indonesia. Merdeka! (Liputan Sahid Nugroho)

2007nov15n042.JPG

#1 Sang Panglima memimpin di depan…

Pancal Mas »

Nov 8

Ritual tahunan yakni Pameran Jogja Fair dari EO Diandra kembali digelar di JEC pada tahun 2009 ini. Dan Podjok kembali didaulat untuk ikut memeriahkan tidak hanya sebagai partisipan karnaval pembukaan acara, tetapi juga sebagai peserta pameran. Karnaval tahun ini hanya diplot sebagai karnaval sepeda saja dengan partisipan dari komunitas sepeda onthel, sepeda low-rider, sepeda B2W, dan sepeda lipat. Karnaval diadakan dengan menyusuri rute JEC-Jalan Malioboro PP.

Partisipasi Podjok dalam pameran Jogja Fair pada tahun 2009 ini akhirnya terjadi juga, setelah tahun lalu terpaksa absen karena berbarengan dengan acara “Jogja Kembali Bersepeda 2008″ yang diadakan di Benteng Vredeburg. Ada 2 icon kuat yang berhasil ditampilkan kali ini yakni sepeda BSA Paratroopper dan sepeda gardan kontribusi dari Pak Yudi Marcopolo. Kemudian Pak Towil juga menampilkan banyak sepeda impor build-up dari Belanda. Pak Guntur cs. juga berpartisipasi membuka pasar klithikan (Liputan dan Potret: Sahid Nugroho (c) 2009)2009nov8n012.JPG#1 Nampang bersama sebelum karnaval… Pancal Mas »

Oct 26

Yang pertama dan sekaligus terheboh dari Acara Silahturahmi Onthelis Nasional yang digelar oleh Komunitas Sepeda Onthel Lawasan Solo (SOLO). Acara yang dihadiri sekitar 1.000-an onthelis dari berbagai daerah ini, berlangsung cukup meriah dan hangat.Panitia menggelar berbagai acara selama event seperti panggung gembira, ngonthel malam, karnaval sepeda, dan tentu saja Pasar Klithikan yang menjadi salah satu daya tarik kuat bagi para penggemar sepeda kuno untuk mendatangi event yang berlangsung di Pagelaran Alun-Alun Surakarta ini.Kota Solo yang semakin cantik dan eksotik ini menjadi saksi kebangkitan kaum pecinta pesepeda di kota tersebut. SOLO yang awal didirikan hanya terdiri 9 perintis saja, saat ini sudah memiliki anggot 65 orang. Kota Solo memiliki jalur sepeda yang luarbiasa bagus, sehingga sayang sekali bilamana tidak banyak yang memanfaatkan. Sehingga kehadiran SOLO setidaknya akan menjadi pemicu semangat bagi warga Solo untuk menggunakan kembali sepeda sebagai kendaraan sehari-hari.Ribuan onthelis dengan berbagai sepeda dan kostum kebanggaannya membanjiri kota Solo sebagai bentuk komitmen untuk ikut andil dalam kampanye kembali bersepeda. Pada hari Minggu pagi ribuan onthelis turun ke jalan-jalan kota Solo guna memeriahkan acara Karnaval Sepeda.

SOLO sebagai tuan rumah patut diacungi 2 jempol atas kerja kepanitian yang cukup rapi. Meskipun belum lama berdiri, namun memiliki semangat luarbiasa untuk menggelar sebuah hajatan nasional. Kerja keras dan kristalisasi keringat tampaknya tidak sia-sia…semua partisipan tampak puas menikmati acara demi acara. Semoga acara serupa dapat digelar kembali untuk tahun-tahun berikutnya. Fresh our planet with less carbon life style…..mau? (Potret & Liputan: Sahid Nugroho (c) 2009)

 Ikut Acara Karnaval Sepeda…Muter-Muter Kota

 #1 Karnaval sepeda di minggu pagi

Pancal Mas »

Oct 20

Bulan Oktober 2009 ini barangkali adalah bulan cukup sibuk bagi Podjok. Pada minggu kedua saja, sudah ada 2 acara bersamaan yang diikuti Kerabat Podjok. Acara pertama adalah Pameran Kampung Budaya yang digelar UGM pada tanggal 11-13 Oktober, dimana Podjok turut berpartisipasi membuka stand pameran sepeda onthel. Pameran ini relatif unik karena menampilkan berbagai stand komunitas mulai dari sepeda onthel, low rider sampai komunitas penggemar bis….he..he..he..

Kemudian Minggu 11 Oktober, Podjok juga turut memeriahkan Acara Karnaval Museum-Museum Yogyakarta yang diadakan sebagai langkah promosi guna meningkatkan minat masyarakat untuk kembali mengunjungi museum. Acara karnaval cukup sederhana tapi mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat.

Memang minggu yang melelahkan bagi Kerabat Podjok, namun menjaga eksistensi komunitas di dalam masyarakat memang memerlukan komitmen, tidak cukup hanya semboyan dan cerita (liputan sahid nugroho).

2009oct13n008.JPG 

#1 Stand Podjok di Kampung Budaya UGM

Pancal Mas »

Sep 7

 2009sept7n004.JPG

#1: Gelar Sepeda Fongers

Pancal Mas »

Aug 17

Memperingati Hari Kemerdekaan Negara bagi sebagian orang mungkin sudah menjadi semacam rutinitas biasa atau bahkan sekedar hari libur nasional, namun bagi Komunitas Sepeda Onthel PODJOK, justru setiap tanggal 17 Agustus adalah hari yang selalu dinanti. Karena memperingati hari kemerdekaan adalah ibarat sumber spirit baru untuk memperkuat semangat kebanggaan dan kebangsaan sebagai bangsa Indonesia.

Setelah pada tahun 2007 digelar di Museum Sasmitaloka Jendral Sudirman, kemudian tahun 2008 diadakan di Museum Perjuangan, maka Upacara Bendera Peringatan Kemerdekaan RI di tahun 2009 ini diselenggarakan oleh PODJOK di Museum Benteng Vredeburg.

Acara yang diikuti sekitar 100 onthelis ini, berlangsung dengan khidmat dan lancar. Keunikan acara ini terlihat dari cara Petugas Upacara melakukan sebagian prosesi upacara dengan menaiki sepeda onthel. Meskipun lain daripada yang lain, namun semua protap upacara bendera resmi dipenuhi dengan baik.

Seusai Upacara, semua partisipan dijamu dengan suguhan makanan khas perjuangan 1945 yakni kacang rebus, pisang kapok rebus, gebleg dan tempe. Meskipun hanya jamuan sederhana, namun bila disantap dalam suasana letih sehabis upacara dan dalam setting lokasi serta kostum tempo dulu, sungguh terasa nikmat sekali.

Acara disusul pembagian doorprize khas onthelis, yakni kaos sepeda, tas sepeda, dan onderdil langka. Kemudian dilanjutkan konvoi keliling pusat kota sambil menunggu detik-detik proklamasi di depan Gedung Agung. Sungguh hari yang menyegarkan jiwa patriotisme kita. Merdeka!

2009august17n028.JPG

#1: Pemeriksaan defile pasukan onthelis

Pancal Mas »

Aug 8

Pada Hari Rabu 5 Agustus 2009, kembali digelar hajatan tahunan Jogja Fashion Week Festival 2009 yang dikemas dalam acara karnaval dan pameran di Pagelaran Kraton Yogyakarta. Karnaval diberangkatkan dari Pagelaran menyusuri Jalan P. Senopati, Jl. Mataram, Jl. Abu Bakar Ali, Jl. Malioboro, Jl. A. Yani dan terus kembali lagi ke Pagelaran Kraton. Karnaval terdiri dari barisan Marching Band, Grup-Grup Kesenian Tari, Kontingen Pelaku Pariwisata, Andong-Andong Hias yang mengangkut putri-putri fashion dari berbagai partisipan sponsor, kemudian ditutup oleh kontingen sepeda onthel Kerabat Podjok. Karena karnaval diadakan pada hari kerja, sehingga tidak banyak Kerabat Podjok yang turut hadir pada kesempatan event tersebut. Sambutan penonton di sepanjang jalan tampak cukup meriah dan acara karnaval berjalan dengan sukses (Liputan Sahid Nugroho).

dsc_0150z.JPG

#1: Persiapan menjelang start

Pancal Mas »

Jun 24

 Sepeda Fongers saat ini memang sedang naik daun. Sepeda yang dulu barangkali menjadi pilihan ke 3 setelah Gazelle dan Simplex, telah naik peringkat menjadi target buruan utama. Fenomena ini sejalan dengan apa yang terjadi di Belanda negara asalnya, dimana sepeda, aksesori dan onderdil Fongers justru lebih mahal dibanding sepeda merek sepeda lainnya.  Barangkali pencerahan yang dilakukan oleh Prof. Koopmans, Prof. Jos dan tentu saja Prof. Andyt telah memberi pencerahan kepada kita bahwa sepeda Fongers sesungguhnya memang sebuah a valuable & collectible item.

Dalam rangka memberikan apresiasi pada sepeda Fongers, dalam kesempatan Test Ride kali ini, saya ingin menampilkan sosok sepeda Fongers DZ 60 produksi tahun 1922. Seri DZ menurut situs www.oudefiets.nl pada era produksi tahun 1920-an adalah kategori sortir ke tiga, setelah seri BB/BD (kategori sortir A) dan seri CCG/BDG (kategori sortir B). Sepeda ini memiliki nomer rangka 2237-81 yang memiliki makna yakni angka 22 menjelaskan sepeda ini dibuat pada tahun 1922, kemudian angka 37 menunjukkan kode produksi untuk seri DZ, dan terakhir angka 81 menerangkan nomer urut produksi ke-81. Nomer rangka sepeda Fongers memang singkat, padat dan sangat jelas he..he..he..

2009june24n071.JPG

#1 Penampakan dari samping, terlihat sangat klasik.  Secara umum sepeda ini memiliki bobot cukup ringan sekitar 18 Kg, dibandingkan dengan sepeda dames sejenis yang beratnya sekitar 20 Kg.  Jarak antara setang dan tempat duduk sangat rapat, sehingga relatif menyulitkan bilamana sepeda ini dikendarai oleh seorang pria tinggi besar.

Pancal Mas »

Jun 11

Sabtu pagi 6 Juni merupakan hari istimewa bagi para pecinta sepeda di Jogja. Pada hari itu Walikota Jogjakarta Drs. Herry Zudianto, MM, Akt meresmikan pendirian rambu-rambu jalur sepeda di Jogja. Memang jalur sepeda yang dimaksud bukanlah jalur sepeda secara riil sebagaimana yang masih terlihat di kota Klaten dan Solo, tetapi jalur alternatif untuk para pesepeda dengan memanfaatkan jalan-jalan kampung di kota Jogja. Rambu-rambu jalur alternatif sepeda sekitar 400 buah akan dipasang diseputar kota Jogja.

Meskipun hanya jalur alternatif, tetapi inilah hari bersejarah dimulainya komitmen riil dari Pemkot untuk para pesepeda Jogja. Walikota dalam kesempatan acara peresmian tersebut,  menegaskan bahwa pembangunan jalur sepeda sesungguhnya bukan sekedar untuk memfasilitasi wisata nostalgik atau heritage, tetapi benar-benar merupakan bentuk kepedulian masyarakat Jogja untuk ikut berperan dalam mengatasi masalah global warming. Banyak manfaat positif yang bisa didapat bila semakin banyak orang mau bersepeda. Badan menjadi lebih sehat, bumi menjadi lebih sejuk, dan devisa negara lebih bisa dihemat. Bayangkan bahwa kita sesungguhnya menghabiskan Rp 5.000,- dana subsidi dari APBN untuk per liter konsumsi BBM yang kita gunakan.

Keluarga besar Podjok dalam kesempatan ini memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Herry Zudianto, MM, Akt. yang selama ini telah memberikan teladan dan komitmen pribadi yang sangat luar biasa untuk membangkitkan kembali budaya bersepeda di Jogja melalui Program Sega Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah & Nyambut Gawe). Kita awali kali ini dengan jalur alternatif dulu, untuk kemudian pada masanya nanti akan benar-benar ada jalur riil untuk sepeda di kota Jogja. You never ride alone…fresh our planet with less carbon life style (Liputan Sahid Nugroho)

2009june6077.JPG

Potret bersama di Gang Tohpati Jalan Taman Siswa seusai pemasangan rambu

2009june6044.JPG

Walikota yang low profile dan sangat dibanggakan oleh masyarakat Jogjakarta

May 31

Masih banyak penggemar sepeda onthel yang beranggapan bahwa sepeda onthel Gazelle sudah tidak diproduksi lagi. Sepeda Gazelle termuda yang masih banyak beredar dan cukup dikenali di Indonesia biasanya disebut sebagai sepeda Gazelle Irian (istilah khas di Indonesia). Saya sendiri belum paham mengapa muncul istilah Irian sebagai sub merek Gazelle. Apakah ini karena sepeda tersebut didistribusikan dari basis perakitan di Irian sebagai wilayah terakhir yang masih dikuasai Belanda pada tahun 1960-an.

Bagi para penggemar sepeda Gazelle yang memerlukan referensi mengenai evolusi sepeda Gazelle terkini, berikut ini adalah laporan hasil “test ride” sepeda Gazelle Tour Populair 2009 yang masih diproduksi sampai saat ini. Penamaan sepeda tipe ini memang sebatas pada tahun produksi. Saya mencoba mencari nomer frame juga belum ketemu.

Model 2009 cukup berbeda dengan model tahun-tahun sebelumnya, perubahan mencolok adalah pada lampu depan berukuran besar (merek Tung Li buatan China), sadel Brooks B-67, dan bel ding-dong besar. Model 2008 masih menggunakan lampu kecil produksi Axa, sadel Lepper, dan bel kring.

Ciri-ciri secara umum dari sepeda onthel Gazelle keluaran terbaru adalah sebagai berikut:

2009may31n114.JPG

- Desain klasik masih tetap dipertahankan

Pancal Mas »

« Previous Entries Next Entries »