<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>PODJOK [Paguyuban Onthel Djokjakarta]</title>
	<link>http://podjok.com</link>
	<description>Onthel Iku Migunani Kagem Sedaya</description>
	<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 17:20:00 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Serangan Omoem Onthel 1 Maret 2010</title>
		<link>http://podjok.com/index.php/2010/03/12/serangan-omoem-onthel-1-maret-2010/</link>
		<comments>http://podjok.com/index.php/2010/03/12/serangan-omoem-onthel-1-maret-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 17:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podjok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngonthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podjok.com/index.php/2010/03/12/serangan-omoem-onthel-1-maret-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 1 Maret adalah tanggal yang selalu berkesan bagi orang-orang yang benar-benar mengaku Wong Jogja.  Pada tanggal itu di tahun 1949, tentara pejuang Indonesia melakukan serangan mendadak terhadap kota Jogja yang diduduki Belanda, sebagai sebuah show of force bahwa negara Indonesia masih ada. Serangan yang fenomenal tersebut berhasil menyita perhatian dunia, sehingga klaim Belanda bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 1 Maret adalah tanggal yang selalu berkesan bagi orang-orang yang benar-benar mengaku Wong Jogja.  Pada tanggal itu di tahun 1949, tentara pejuang Indonesia melakukan serangan mendadak terhadap kota Jogja yang diduduki Belanda, sebagai sebuah show of force bahwa negara Indonesia masih ada. Serangan yang fenomenal tersebut berhasil menyita perhatian dunia, sehingga klaim Belanda bahwa negara Indonesia sudah &#8220;game over&#8221; bisa dimentahkan kembali.</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/03/2010march1n023.JPG" alt="2010march1n023.JPG" /></p>
<p>#1 Laskar Podjok bersiaga di Balai Kota Jogja siap mengawal Walikota ke lokasi acara</p>
<p><img alt="2010march1n030.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/03/2010march1n030.JPG" /></p>
<p>#2: Adam SO7 menjadi endorser Program Sega Segawe</p>
<p>Di tahun 2010 ini, kembali Walikota Jogja Bapak Herry Zudianto pada tanggal 28 Februari malam menggelar peringatan momen SO 1 Maret melalui serangan onthel pada malam hari yang diberangkatkan dari Gedung Anim Kotabaru untuk kemudian berkonvoi mengelilingi kota menuju TMP Kusumanegara guna melaksanakan upacara ziarah ke makam Pangsar Jendral Soedirman, dan kemudian disusul penyelenggaraan Pentas Seni Kebudayaan dengan menampilkan Adam SO7 dan Tito Sulistyo. Konvoi sepeda dalam hal ini adalah sebagai bagian dari kampanye Sega Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe) yang dicanangkan Walikota 2 tahun lalu.</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/03/2010march1n064.JPG" alt="2010march1n064.JPG" /></p>
<p>#3: Sambutan Walikota pada upacara start</p>
<p><img alt="2010march1n094.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/03/2010march1n094.JPG" /></p>
<p>#4: Ribuan pesepeda melewati Tugu Jogja&#8230;</p>
<p>Kerabat Podjok kali ini didaulat untuk mendampingi Walikota dan Kapoltabes Jogja Kombes Drs. Ahmad Dofiri berangkat dari Balai Kota Timoho menuju Gedung Anim Kotabaru guna melaksanakan Upacara Start. Di Gedung Anim Kotabaru sudah menunggu ribuan pesepeda Jogja yang berasal dari komunitas B2W, Green Map, Seli, JOC, Pory, dan lainnya. Sungguh luarbiasa heroisme para pejuang lingkungan hidup ini&#8230;</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/03/2010march1n099.JPG" alt="2010march1n099.JPG" /></p>
<p>#5: Suasana konvoi sepeda&#8230;meski sederhana namun sangat luarbiasa artinya.</p>
<p>Dulu para leluhur menyerbu Jogja untuk mempertahankan kemerdekaan negara, dan sekarang, ribuan pesepeda menyerbu Jogja untuk berkampanye kembali bersepeda demi masa depan bumi yang lebih baik&#8230;sebuah perjuangan panjang yang harus selalu digelorakan guna merubah gaya hidup masyarakat agar lebih ramah lingkungan&#8230;&#8230;mau? (Liputan Sahid Nugroho)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://podjok.com/index.php/2010/03/12/serangan-omoem-onthel-1-maret-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Podjok di Jogja Imlek Carnival 2010</title>
		<link>http://podjok.com/index.php/2010/03/02/podjok-di-jogja-imlek-carnival-2010/</link>
		<comments>http://podjok.com/index.php/2010/03/02/podjok-di-jogja-imlek-carnival-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 10:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podjok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngonthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podjok.com/index.php/2010/03/02/podjok-di-jogja-imlek-carnival-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Semangat pembauran selalu dikumandangkan setiap tahun di kota Yogyakarta dengan digelarnya hajatan tahunan Karnaval Imlek oleh warga keturunan China di kota sepeda ini. Ritual tahunan yang selalu disambut meriah oleh warga kota didahului oleh Pekan Budaya Tionghoa yang digelar di Chinatown Ketandan Yogyakarta. Di sepanjang jalan sempit di utara Pasar Beringharjo itu berjejer kios-kios makanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semangat pembauran selalu dikumandangkan setiap tahun di kota Yogyakarta dengan digelarnya hajatan tahunan Karnaval Imlek oleh warga keturunan China di kota sepeda ini. Ritual tahunan yang selalu disambut meriah oleh warga kota didahului oleh Pekan Budaya Tionghoa yang digelar di Chinatown Ketandan Yogyakarta. Di sepanjang jalan sempit di utara Pasar Beringharjo itu berjejer kios-kios makanan dan souvenir khas budaya China.</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/03/2010feb27n044.JPG" alt="2010feb27n044.JPG" /></p>
<p><em>#1 Suasana Malioboro yang penuh sesak penonton dan sangat meriah </em></p>
<p>PODJOK untuk kedua kalinya diundang memeriahkan acara karnaval yang kali ini digelar pada Hari Sabtu 27 Feberuari waktu malam hari guna menghindari hujan yang lebih sering terjadi pada sore hari. PODJOK turun dengan pasukan penuh minus beberapa tokoh utama antara lain dr. Didi, Den Baguse Podjok, Mbah Santosa dan Yu Atik.</p>
<p><img alt="2010feb27n048.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/03/2010feb27n048.JPG" /></p>
<p><em>#2 Sepeda transport Falter sebagai lambang profesi pedagang</em></p>
<p>Karnaval yang dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali pada jam 18.30 ini, diikuti sekitar puluhan kelompok komunitas di wilayah DIY dengan menampilkan atraksi-atraksi yang sensasional. Kontingen Barongsai muncul cukup fenomenal dengan atraksi naga sepanjang 131 meter. Pasukan Kostrad pun juga tidak ketinggalan dengan menampilkan barongsai hijau loreng.</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/03/2010feb27n087.JPG" alt="2010feb27n087.JPG" /></p>
<p>#3 Komandan Poltas Yogyakarta juga suka onthel.</p>
<p>Sesuai thema acara, PODJOK kali ini menghadirkan sepeda transport Falter yang menggambarkan profesi pedagang yang biasa ditekuni oleh para warga keturunan China. Kemudian tampil juga tiga Podjok Angels yakni Dian, Tia dan Dewi yang tampil dengan busana Jawa. Kontingen Podjok disepanjang perjalanan mendapatkan sambutan hangat meriah dari para warga yang hadir menonton.</p>
<p><img alt="2010feb27n090.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/03/2010feb27n090.JPG" /></p>
<p>#4 Tiga Podjok Angels</p>
<p>Acara berjalan cukup melelahkan karena seringkali karnaval berhenti untuk menunggu atraksi seni barongsai yang sangat memikat. Acara baru selesai sekitar pukul 21.00 WIB, namun demikian para Kerabat Podjok tetap bersemangat mengikuti acara demi kampanye kembali bersepeda untuk masa depan bumi yang lebih baik. (Liputan: Sahid Nugroho)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://podjok.com/index.php/2010/03/02/podjok-di-jogja-imlek-carnival-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Malam Tahun Baru 2010 Ala Jogja</title>
		<link>http://podjok.com/index.php/2010/01/11/malam-tahun-baru-2010-ala-jogja/</link>
		<comments>http://podjok.com/index.php/2010/01/11/malam-tahun-baru-2010-ala-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 15:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podjok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngonthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podjok.com/index.php/2010/01/11/malam-tahun-baru-2010-ala-jogja/</guid>
		<description><![CDATA[Perayaan Malam Tahun Baru 2010 di kota Jogja barangkali menjadi sebuah catatan yang relative unik dibandingkan ritual sama pada tahun-tahun sebelumnya. Walikota Jogja Pak Hery Zudianto tampak tidak melewatkan momen berharga ini sebagai bagian dari kampanye kembali bersepeda melalui Program Sega Segawe.
Acara diawali dengan panggung hiburan di depan Balai Kota Jogja yang sudah mulai disulut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Perayaan Malam Tahun Baru 2010 di <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">kota</st1:city></st1:place> Jogja barangkali menjadi sebuah catatan yang relative unik dibandingkan ritual sama pada tahun-tahun sebelumnya. Walikota Jogja Pak Hery Zudianto tampak tidak melewatkan momen berharga ini sebagai bagian dari kampanye kembali bersepeda melalui Program Sega Segawe.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Acara diawali dengan panggung hiburan di depan Balai Kota Jogja yang sudah mulai disulut sejak pukul 20.00. Panggung hiburan ini sekaligus sebagai meeting point dari semua komunitas sepeda yang ada di Jogja yakni mulai dari Podjok, Opoto, Pory, JOC, B2W, Sepeda Tinggi, Seli, Low Rider, dan sekian banyak komunitas lainnya. Terlihat ribuan pesepeda hadir menikmati suasana yang sangat meriah tersebut.</o:p></p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Ketika malam beranjak menjelang pukul 21.30, diadakan siaran radio lapangan dengan acara wawancara bersama Walikota, Wawali, Dandim 0734 dan Wakil Komunitas Sepeda yang dengan bersemangat menyuarakan ajakan dan himbauan kepada masyarakat untuk kembali bersepeda. Kemudian tepat pukul 22.00, Walikota Jogja mulai memimpin Konvoi Sepeda berangkat dari Balai <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Kota</st1:city></st1:place> menuju Monumen SO 1 Maret melalui jalan Malioboro. Luarbiasa….jalan-jalan Jogja yang biasanya disesaki motor dan mobil…berhasil dikuasai para pesepeda yang secara istimewa dikawal oleh Patwal dan Satpol PP untuk mendominasi sepanjang jalan yang dilewati. Masing-masing komunitas tampak membawa plakat-plakat kampanye yang sarat dengan pesan-pesan singkat namun menarik  yakni berupa slogan dan ajakan kembali bersepeda seperti misal yang cukup segar khas Jogja: &#8220;Tuku soto karo babat&#8230;ngepit yo dab&#8230;&#8221;,  &#8221;Nyepeda ke School tetep COOL&#8230;&#8221;, dan &#8220;PIT= Penak&#8230;Irit&#8230;Tentrem&#8230;Ayo Ngepiiiiiit&#8230;&#8221;</o:p></p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Meskipun jalanan cukup padat, namun Konvoi Sepeda akhirnya sampai juga dengan selamat ke Monumen SO 1 Maret dan kemudian berlanjut parkir di sepanjang Jalan Senopati depan Taman Pintar yang memang sejak sore sudah diamankan Poltas untuk diperuntukkan bagi para pesepeda dan pejalan kaki. Saat rombongan onthelis Podjok sudah duduk manis parkir sepeda…mulailah masyarakat pejalan kaki yang berlalulalang tidak mau ketinggalan memanfaatkan momen berharga ini dengan berfoto bersama Kerabat Podjok yang tampil dengan kostum Jadoel seperti biasanya.</o:p></p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Apresiasi setinggi-tingginya perlu kita berikan kepada para Muspida Kota Jogjakarta yang secara serius dan tulus telah mendudukan para pesepeda sebagai warga istimewa pada perayaan Malam Tahun Baru 2010. Kita sungguh bangga dengan teladan dan upaya yang mereka lakukan untuk merubah pola perilaku masyarakat guna menjadi lebih mencintai lingkungan hidup melalui <em>less carbon life style</em>.</o:p></p>
<p class="MsoNormal"> <img alt="2010jan1n010.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/01/2010jan1n010.JPG" /></p>
<p class="MsoNormal">#1 Onthelis Podjok selalu tampil beda&#8230;klasik tapi asyik&#8230;</p>
<p class="MsoNormal"> <img alt="2010jan1n022.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/01/2010jan1n022.JPG" /></p>
<p class="MsoNormal">#2 Wawali Jogja Pak Haryadi Suyuti dan Dandim 0734 Jogja Letkol Aruadji Anwar</p>
<p class="MsoNormal"><img alt="2010jan1n026.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/01/2010jan1n026.JPG" /></p>
<p class="MsoNormal">#3 Bersiap-siap sebelum Konvoi Sepeda berangkat&#8230;</p>
<p class="MsoNormal"> <img alt="2010jan1n041.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/01/2010jan1n041.JPG" /></p>
<p class="MsoNormal">#4 Tokoh pencetus dan penggerak Program Sega Segawe, Walikota Jogja Pak Herry Zudianto</p>
<p class="MsoNormal"> <img alt="2010jan1n050.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2010/01/2010jan1n050.JPG" /></p>
<p class="MsoNormal">#5 Kerabat Podjok meski Jadoel habis, ternyata tetap digandrungi cewek-cewek&#8230;mau?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://podjok.com/index.php/2010/01/11/malam-tahun-baru-2010-ala-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PODJOK ngonthel bareng KATON BAGASKARA</title>
		<link>http://podjok.com/index.php/2009/12/28/podjok-ngonthel-bareng-katon-bagaskara/</link>
		<comments>http://podjok.com/index.php/2009/12/28/podjok-ngonthel-bareng-katon-bagaskara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 12:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podjok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngonthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podjok.com/index.php/2009/12/28/podjok-ngonthel-bareng-katon-bagaskara/</guid>
		<description><![CDATA[Hujan basahi sore itu 27 Desember &#8216;09 tak menggentarkan nyali nyali sang penunggang kuda besi dari negeri seberang. &#8220;Always Save Our Culture&#8221; PODJOK with KATON BAGASKARA, dua nama berbeda namun punya andil nyata untuk JOGJAKARTA TERCINTA.. budaya bersepeda, budaya di seni lainnya.. KENTAL, TEGAS, PAS, RASA JOGJA, SELARAS, perpaduan di antara keduanya. PODJOK ngonthel bareng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Hujan basahi sore itu 27 Desember &#8216;09 tak menggentarkan nyali nyali sang penunggang kuda besi dari negeri seberang. &#8220;Always Save Our Culture&#8221; PODJOK with KATON BAGASKARA, dua nama berbeda namun punya andil nyata untuk JOGJAKARTA TERCINTA.. budaya bersepeda, budaya di seni lainnya.. KENTAL, TEGAS, PAS, RASA JOGJA, SELARAS, perpaduan di antara keduanya. PODJOK ngonthel bareng KATON BAGASKARA mempunyai arti penting, di kala hujan menyapa, alam pun gembira riang turut serta.</p>
<p align="justify">untukmu JOGJA..</p>
<p align="justify">(Towil PODJOK Jgjakarta)</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="left"> <a href="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/dsci0021.JPG" title="#1 Keakraban tak membedakan kita siapa, namun kapan ngonthel bersama lagi…"><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/dsci0021.JPG" alt="#1 Keakraban tak membedakan kita siapa, namun kapan ngonthel bersama lagi…" width="414" align="middle" height="302" /></a></p>
<p align="left"> #1 Keakraban tak membedakan kita siapa, namun kapan ngonthel lagi&#8230;</p>
<p align="left"><a href="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/dsci0032.JPG" title="dsci0032.JPG"><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/dsci0032.JPG" alt="dsci0032.JPG" width="421" height="324" /></a></p>
<p align="left">#2 KAMPUS BIRU SEBIRU LANGIT KITA..KUPUNYA BANYAK CITA-CITA..</p>
<p align="left"><a href="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/dsci0037.JPG" title="dsci0037.JPG"><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/dsci0037.JPG" alt="dsci0037.JPG" width="422" height="323" /></a></p>
<p align="left">#3 TOWIL dan KATON saling incip-incip sepeda Onthel The Gruno dan sepeda lipat Birdy, keasyikan tiada tara.. tetep tak bisa pindah ke lain hati.</p>
<p align="left"> <a href="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/dsc00317.JPG" title="dsc00317.JPG"><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/dsc00317.JPG" alt="dsc00317.JPG" width="422" height="353" /></a></p>
<p align="left">#4 SIMBOL KERABAT PODJOK sekaligus KATON BAGASKARA menjadi Kerabat Podjok Kehormatan. karena visi yang tak berbeda.. AYOO KAYUH BERSAMA..</p>
<p align="left"><a href="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/dsci0041.JPG" title="dsci0041.JPG"><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/dsci0041.JPG" alt="dsci0041.JPG" width="422" height="333" /></a></p>
<p align="left">Semakin Nyata Kita Tak Berbeda. KERAMAHAN JOGJA. KERAMAHAN KITA.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://podjok.com/index.php/2009/12/28/podjok-ngonthel-bareng-katon-bagaskara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Acara Jamasan Sepeda Podjok</title>
		<link>http://podjok.com/index.php/2009/12/28/acara-jamasan-sepeda-podjok/</link>
		<comments>http://podjok.com/index.php/2009/12/28/acara-jamasan-sepeda-podjok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 05:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podjok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngonthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podjok.com/index.php/2009/12/28/acara-jamasan-sepeda-podjok/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika waktu memasuki saat Malam 1 Suro, maka di seputaran Pulau Jawa akan banyak bermunculan ritual-ritual budaya tertentu seperti mubeng beteng tapa bisu, jamasan pusaka, doa bersama, dan selamatan sebagai bagian dari pelestarian adat-istiadat masyarakat Jawa yang memiliki apresiasi cukup tinggi pada pergantian Tahun Baru Jawa 1 Suro 1943 Dal sekaligus juga merupakan Tahun Baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika waktu memasuki saat Malam 1 Suro, maka di seputaran Pulau Jawa akan banyak bermunculan ritual-ritual budaya tertentu seperti mubeng beteng tapa bisu, jamasan pusaka, doa bersama, dan selamatan sebagai bagian dari pelestarian adat-istiadat masyarakat Jawa yang memiliki apresiasi cukup tinggi pada pergantian Tahun Baru Jawa 1 Suro 1943 Dal sekaligus juga merupakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1431 H tersebut. Dan khusus tahun 2009 ini ternyata memiliki makna cukup istimewa, karena dilihat dari sistem penanggalan Jawa, kita memasuki tahun Dal yang sungguh memiliki kedudukan istimewa di antara siklus tahun-tahun Jawa yang  berlaku.</p>
<p>Pada hari Kamis 17 Desember 2009, Podjok sebagai komunitas yang juga memiliki platform pelestarian budaya leluhur, tentu saja tidak ketinggalan untuk melakukan ritual khusus dalam konteks dunia sepeda onthel yakni Acara Jamasan Sepeda. Podjok sebagai warga Jogja, turut hadir dalam puncak peringatan Malam 1 Suro yang dipusatkan di lokasi depan Pagelaran Kraton Kasultanan Yogyakarta yang mulai ramai didatangi masyarakat dari berbagai penjuru daerah mulai jam 21.00 WIB. Ketika prosesi upacara doa bersama pemberangkatan acara mubeng beteng yang dilakukan para tokoh lokal kota Jogja selesai dilaksanakan, maka Podjok kemudian langsung memulai Acara Jamasan Sepeda yang dimulai menjelang tengah malam tersebut.</p>
<p>Acara yang dikemas secara sederhana ini, diawali dengan persiapan uba rampe jamasan oleh Mbah Santosa berupa air kembang setaman yang dituang dalam guci kuningan kecil, kemudian disusul pembacaan puisi oleh Kang Towil mengenai “penghormatan sepeda sebagai sesuatu yang sangat berguna”, seusainya kemudian, acara jamasan dimulai dengan memercikan air kembang ke setiap sepeda Kerabat Podjok yang hadir oleh Mbah Santosa, sebagai simbol penghormatan pada sepeda yang telah berjasa banyak dalam episode kehidupan para pemiliknya. Sepeda juga bisa dianggap sebagai salahsatu pusaka kehidupan karena memiliki manfaat yang luarbiasa besar untuk proses cipta, rasa, karsa dan karya kehidupan sehari-hari sebagaimana disuratkan dalam motto “Onthel iku migunani kagem sedaya”.</p>
<p>Ritual ini bukanlah sebuah proses pemujaan benda mati yang berbau klenik, tetapi merupakan bagian dari kampanye stop global warming yang dikemas dalam bentuk acara budaya lokal. Mengajak masyarakat kembali bersepeda dilakukan dengan mengangkat kedudukan sepeda sebagai salah satu pusaka kehidupan. Podjok sesuai visinya, berusaha mengembalikan lagi roh budaya Jawa dalam kesempatan-kesempatan kontekstual agar “Wong Jawa ora ilang Jawa-ne”. Budaya adalah peninggalan adiluhung dari para leluhur yang tidak mungkin diciptakan secara sembarangan, sehingga kita sebagai generasi pewaris berkewajiban untuk melestarikannya. (Liputan dan Potret: Sahid Nugroho).</p>
<p><img alt="2009dec19n011.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/2009dec19n011.JPG" /></p>
<p>#1 Ritual Mubeng Beteng - Tapa Bisu oleh Warga Jogja</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/2009dec19n019.JPG" alt="2009dec19n019.JPG" /></p>
<p>#2 Mbah Santosa siapkan uba rampe</p>
<p><img alt="2009dec19n036.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/2009dec19n036.JPG" /></p>
<p>#3 Kerabat Podjok yang hadir</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/2009dec19n039.JPG" alt="2009dec19n039.JPG" /></p>
<p>#4 Pembacaan Puisi Sepeda oleh Ketua Podjok</p>
<p><img alt="2009dec19n041.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/2009dec19n041.JPG" /></p>
<p>#5 Jamasan sepeda sedang dilaksanakan</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/2009dec19n044.JPG" alt="2009dec19n044.JPG" /></p>
<p>#6 Tim Penjamas Sepeda: Mbah Santosa &amp; Yu Atik</p>
<p><img alt="2009dec19n052.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/12/2009dec19n052.JPG" /></p>
<p>#7: Prosesi budaya dengan bersepeda oleh Komunitas lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://podjok.com/index.php/2009/12/28/acara-jamasan-sepeda-podjok/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Podjok di Jogja Wall Nation 2009</title>
		<link>http://podjok.com/index.php/2009/11/27/podjok-di-jogja-wall-nation-2009/</link>
		<comments>http://podjok.com/index.php/2009/11/27/podjok-di-jogja-wall-nation-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 01:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podjok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngonthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podjok.com/index.php/2009/11/27/podjok-di-jogja-wall-nation-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh luar biasa ide dari Dandim 0734 Kota Yogyakarta Letkol Aruadji Anwar yang menginisiasi event kolaborasi antara seni, sejarah, komunitas, dan nasionalisme melalui acara Jogja Wall Nation yakni kontes mural di sepanjang Jalan Malioboro untuk mengenang sosok icon militer Indonesia yakni Panglima Besar Jendral Sudirman.
Event digelar pada hari Sabtu 14 November 2009 dimulai dengan konser [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh luar biasa ide dari Dandim 0734 Kota Yogyakarta Letkol Aruadji Anwar yang menginisiasi event kolaborasi antara seni, sejarah, komunitas, dan nasionalisme melalui acara Jogja Wall Nation yakni kontes mural di sepanjang Jalan Malioboro untuk mengenang sosok icon militer Indonesia yakni Panglima Besar Jendral Sudirman.</p>
<p>Event digelar pada hari Sabtu 14 November 2009 dimulai dengan konser musik di Alun-Alun Utara dan berlanjut dengan kontes mural sampai dinihari. Podjok sebagai komunitas yang selama ini juga menggelorakan nilai-nilai nasionalisme tentu saja tidak ketinggalan untuk turut berpartisipasi dalam acara ini.</p>
<p>Podjok hadir dengan sekitar 80-an onthelis didampingi beberapa perwakilan komunitas lain seperti JOC dan lainnya. Podjok juga memunculkan sosok replika Pangsar Jendral Sudirman yang diperankan oleh Ki Ageng Gono. Meskipun mengaku kepanasan dengan jas wool, namun Pak Gono tampil cukup prima malam itu.</p>
<p>Nilai-nilai nasionalime memang harus selalu digelorakan sebagai bentuk manifestasi penghargaan atas jasa leluhur yang berkorban demi keberadaan negara republik di bumi Indonesia. Kita sebagai pewaris harus menjaga negara ini dengan sebaik-baiknya. Right or wrong is my country&#8230;jadi meskipun negeri ini masih banyak bermasalah, namun kita tetap bangga menjadi seorang Indonesia. Merdeka! (Liputan Sahid Nugroho)</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/11/2007nov15n042.JPG" alt="2007nov15n042.JPG" /></p>
<p>#1 Sang Panglima memimpin di depan&#8230;</p>
<p><img alt="2007nov15n081.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/11/2007nov15n081.JPG" /></p>
<p>#2 Ketua Podjok tidak mau ketinggalan&#8230;pokoknya corat-coret&#8230;</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/11/2007nov15n090.JPG" alt="2007nov15n090.JPG" /></p>
<p>#3 Bersama Wawali Kota Jogja Drs. Haryadi Suyuti</p>
<p><img alt="2007nov15n121.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/11/2007nov15n121.JPG" /></p>
<p>#4 Bersama Jendral (Purn) Tyasno Sudarto, Mantan KASAD</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/11/2007nov15n133.JPG" alt="2007nov15n133.JPG" /></p>
<p>#5 Dandim 0734 Kota Jogja Letkol Aruadji Anwar sebagai pemrakasa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://podjok.com/index.php/2009/11/27/podjok-di-jogja-wall-nation-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Podjok di Jogja Fair</title>
		<link>http://podjok.com/index.php/2009/11/08/podjok-di-jogja-fair/</link>
		<comments>http://podjok.com/index.php/2009/11/08/podjok-di-jogja-fair/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 08:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podjok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngonthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podjok.com/index.php/2009/11/08/podjok-di-jogja-fair/</guid>
		<description><![CDATA[Ritual tahunan yakni Pameran Jogja Fair dari EO Diandra kembali digelar di JEC pada tahun 2009 ini. Dan Podjok kembali didaulat untuk ikut memeriahkan tidak hanya sebagai partisipan karnaval pembukaan acara, tetapi juga sebagai peserta pameran. Karnaval tahun ini hanya diplot sebagai karnaval sepeda saja dengan partisipan dari komunitas sepeda onthel, sepeda low-rider, sepeda B2W, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ritual tahunan yakni Pameran Jogja Fair dari EO Diandra kembali digelar di JEC pada tahun 2009 ini. Dan Podjok kembali didaulat untuk ikut memeriahkan tidak hanya sebagai partisipan karnaval pembukaan acara, tetapi juga sebagai peserta pameran. Karnaval tahun ini hanya diplot sebagai karnaval sepeda saja dengan partisipan dari komunitas sepeda onthel, sepeda low-rider, sepeda B2W, dan sepeda lipat. Karnaval diadakan dengan menyusuri rute JEC-Jalan Malioboro PP.</p>
<p>Partisipasi Podjok dalam pameran Jogja Fair pada tahun 2009 ini akhirnya terjadi juga, setelah tahun lalu terpaksa absen karena berbarengan dengan acara &#8220;Jogja Kembali Bersepeda 2008&#8243; yang diadakan di Benteng Vredeburg. Ada 2 icon kuat yang berhasil ditampilkan kali ini yakni sepeda BSA Paratroopper dan sepeda gardan kontribusi dari Pak Yudi Marcopolo. Kemudian Pak Towil juga menampilkan banyak sepeda impor build-up dari Belanda. Pak Guntur cs. juga berpartisipasi membuka pasar klithikan (Liputan dan Potret: Sahid Nugroho (c) 2009)<img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/11/2009nov8n012.JPG" alt="2009nov8n012.JPG" />#1 Nampang bersama sebelum karnaval&#8230;<img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/11/2009nov8n043.JPG" alt="2009nov8n043.JPG" />#2  Melintas di Malioboro&#8230;<img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/11/2009nov8n068.JPG" alt="2009nov8n068.JPG" />#3 Menyusuri di Jalan Kusumanegara&#8230;<img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/11/2009nov8n109.JPG" alt="2009nov8n109.JPG" />#4 Suasana stand pameran Podjok di dalam&#8230;<img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/11/2009nov8n114.JPG" alt="2009nov8n114.JPG" />#5 Suasana stand pameran Podjok dari luar&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://podjok.com/index.php/2009/11/08/podjok-di-jogja-fair/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Podjok di SOLO</title>
		<link>http://podjok.com/index.php/2009/10/26/podjok-di-solo-2/</link>
		<comments>http://podjok.com/index.php/2009/10/26/podjok-di-solo-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 00:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podjok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngonthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podjok.com/index.php/2009/10/26/podjok-di-solo-2/</guid>
		<description><![CDATA[Yang pertama dan sekaligus terheboh dari Acara Silahturahmi Onthelis Nasional yang digelar oleh Komunitas Sepeda Onthel Lawasan Solo (SOLO). Acara yang dihadiri sekitar 1.000-an onthelis dari berbagai daerah ini, berlangsung cukup meriah dan hangat.Panitia menggelar berbagai acara selama event seperti panggung gembira, ngonthel malam, karnaval sepeda, dan tentu saja Pasar Klithikan yang menjadi salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang pertama dan sekaligus terheboh dari Acara Silahturahmi Onthelis Nasional yang digelar oleh Komunitas Sepeda Onthel Lawasan Solo (SOLO). Acara yang dihadiri sekitar 1.000-an onthelis dari berbagai daerah ini, berlangsung cukup meriah dan hangat.Panitia menggelar berbagai acara selama event seperti panggung gembira, ngonthel malam, karnaval sepeda, dan tentu saja Pasar Klithikan yang menjadi salah satu daya tarik kuat bagi para penggemar sepeda kuno untuk mendatangi event yang berlangsung di Pagelaran Alun-Alun Surakarta ini.Kota Solo yang semakin cantik dan eksotik ini menjadi saksi kebangkitan kaum pecinta pesepeda di <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">kota</st1:place></st1:city> tersebut. SOLO yang awal didirikan hanya terdiri 9 perintis saja, saat ini sudah memiliki anggot 65 orang. Kota Solo memiliki jalur sepeda yang luarbiasa bagus, sehingga sayang sekali bilamana tidak banyak yang memanfaatkan. Sehingga kehadiran SOLO setidaknya akan menjadi pemicu semangat bagi warga Solo untuk menggunakan kembali sepeda sebagai kendaraan sehari-hari.Ribuan onthelis dengan berbagai sepeda dan kostum kebanggaannya membanjiri <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">kota</st1:place></st1:city> Solo sebagai bentuk komitmen untuk ikut andil dalam kampanye kembali bersepeda. Pada hari Minggu pagi ribuan onthelis turun ke jalan-jalan kota Solo guna memeriahkan acara Karnaval Sepeda.</p>
<p class="MsoNormal">SOLO sebagai tuan rumah patut diacungi 2 jempol atas kerja kepanitian yang cukup rapi. Meskipun belum lama berdiri, namun memiliki semangat luarbiasa untuk menggelar sebuah hajatan nasional. Kerja keras dan kristalisasi keringat tampaknya tidak sia-sia&#8230;semua partisipan tampak puas menikmati acara demi acara. Semoga acara serupa dapat digelar kembali untuk tahun-tahun berikutnya. Fresh our planet with less carbon life style&#8230;..mau? (Potret &amp; Liputan: Sahid Nugroho (c) 2009)</p>
<p class="MsoNormal"> <img alt="Ikut Acara Karnaval Sepeda…Muter-Muter Kota" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct26n028.JPG" /></p>
<p class="MsoNormal"> #1 Karnaval sepeda di minggu pagi</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><img alt="2009oct26n058.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct26n058.JPG" /></p>
<p class="MsoNormal">#2 Podjok dan KA Jaladara</p>
<p class="MsoNormal"><img alt="2009oct26n091.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct26n091.JPG" /></p>
<p class="MsoNormal">#3 Gareng dan Indian sedang membajak kereta</p>
<p class="MsoNormal"> <img alt="2009oct26n100.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct26n100.JPG" /></p>
<p class="MsoNormal">#4 Akhirnya KA Jaladara dikuasai para onthelis</p>
<p class="MsoNormal"> <img alt="2009oct26n112.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct26n112.JPG" /></p>
<p class="MsoNormal"># 5 Kontingen Podjok seusai karnaval&#8230;lelah tapi asyik&#8230;</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://podjok.com/index.php/2009/10/26/podjok-di-solo-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran Sepeda Onthel &#038; Karnaval Museum</title>
		<link>http://podjok.com/index.php/2009/10/20/pameran-sepeda-onthel-karnaval-museum/</link>
		<comments>http://podjok.com/index.php/2009/10/20/pameran-sepeda-onthel-karnaval-museum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 17:59:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podjok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngonthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podjok.com/index.php/2009/10/20/pameran-sepeda-onthel-karnaval-museum/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Oktober 2009 ini barangkali adalah bulan cukup sibuk bagi Podjok. Pada minggu kedua saja, sudah ada 2 acara bersamaan yang diikuti Kerabat Podjok. Acara pertama adalah Pameran Kampung Budaya yang digelar UGM pada tanggal 11-13 Oktober, dimana Podjok turut berpartisipasi membuka stand pameran sepeda onthel. Pameran ini relatif unik karena menampilkan berbagai stand komunitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Oktober 2009 ini barangkali adalah bulan cukup sibuk bagi Podjok. Pada minggu kedua saja, sudah ada 2 acara bersamaan yang diikuti Kerabat Podjok. Acara pertama adalah Pameran Kampung Budaya yang digelar UGM pada tanggal 11-13 Oktober, dimana Podjok turut berpartisipasi membuka stand pameran sepeda onthel. Pameran ini relatif unik karena menampilkan berbagai stand komunitas mulai dari sepeda onthel, low rider sampai komunitas penggemar bis&#8230;.he..he..he..</p>
<p>Kemudian Minggu 11 Oktober, Podjok juga turut memeriahkan Acara Karnaval Museum-Museum Yogyakarta yang diadakan sebagai langkah promosi guna meningkatkan minat masyarakat untuk kembali mengunjungi museum. Acara karnaval cukup sederhana tapi mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat.</p>
<p>Memang minggu yang melelahkan bagi Kerabat Podjok, namun menjaga eksistensi komunitas di dalam masyarakat memang memerlukan komitmen, tidak cukup hanya semboyan dan cerita (liputan sahid nugroho).</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct13n008.JPG" alt="2009oct13n008.JPG" /> </p>
<p>#1 Stand Podjok di Kampung Budaya UGM</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct13n011.JPG" alt="2009oct13n011.JPG" /> </p>
<p>#2 Sederhana tapi tetap unik memikat&#8230;</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct13n027.JPG" alt="2009oct13n027.JPG" /> </p>
<p>#3 Sabar menunggu giliran start&#8230;</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct13n038.JPG" alt="2009oct13n038.JPG" /> </p>
<p>#4 Karnaval berjalan perlahan menyisir Jalan Malioboro</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct13n040.JPG" alt="2009oct13n040.JPG" /> </p>
<p>#5  Santai, tenang dan damai&#8230;atmosfir khas para onthelis&#8230;</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct13n069.JPG" alt="2009oct13n069.JPG" /> </p>
<p>#6 Narsis bersama seusai karnaval</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/10/2009oct13n081.JPG" alt="2009oct13n081.JPG" /> </p>
<p>#7 Seusai karnaval langsung nonton pameran bareng-bareng</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://podjok.com/index.php/2009/10/20/pameran-sepeda-onthel-karnaval-museum/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Toer Obat Njamoek 2009</title>
		<link>http://podjok.com/index.php/2009/09/07/toer-obat-njamoek-2009/</link>
		<comments>http://podjok.com/index.php/2009/09/07/toer-obat-njamoek-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 16:20:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podjok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngonthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podjok.com/index.php/2009/09/07/toer-obat-njamoek-2009/</guid>
		<description><![CDATA[ 
#1: Gelar Sepeda Fongers

#2: Si Dino CCG, sepeda kesayangan Wongeres Opoto
113 tahun sudah berlalu dalam episode perjalanan panjang dari  merek sepeda legendaris dari Belanda yakni Fongers. Sepeda yang diyakini memiliki sistem kontruksi dan mekanik terbaik pada jamannya ini, memang mendapatkan tempat khusus di hati para penggemarnya.
Berdasarkan catatan sejarah yang dikutip dari situs www.fongers.net disebutkan bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img alt="2009sept7n004.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/09/2009sept7n004.JPG" /></p>
<p>#1: Gelar Sepeda Fongers</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/09/2009sept7n008.JPG" alt="2009sept7n008.JPG" /></p>
<p>#2: Si Dino CCG, sepeda kesayangan Wongeres Opoto</p>
<p>113 tahun sudah berlalu dalam episode perjalanan panjang dari  merek sepeda legendaris dari Belanda yakni Fongers. Sepeda yang diyakini memiliki sistem kontruksi dan mekanik terbaik pada jamannya ini, memang mendapatkan tempat khusus di hati para penggemarnya.</p>
<p>Berdasarkan catatan sejarah yang dikutip dari situs www.fongers.net disebutkan bahwa industri rumahan yang memproduksi sepeda Fongers yang sebelumnya hanya disebut sebagai A. Fongers, akhirnya dijadikan sebuah produksi skala massal melalui pembentukan badan usaha formal pada tanggal 1 September 1896, yang disebut &#8216;NV De Groninger Rijwielenfabriek A. Fongers&#8217;.</p>
<p>Sangat mengherankan sejarah besar Fongers di sepanjang akhir abad 19 dan awal abad 20, ternyata berakhir kurang menggembirakan pada sepertiga akhir abad 20. Fongers yang sesungguhnya merek yang cukup kuat justru kemudian pada tahun 1960-an di-merger dengan merek Phoenix dan Germaan menjadi merek baru PFG. Strategi branding yang dalam doktrin pemasaran modern justru bisa dianggap sebagai sebuah kesalahan besar, karena merupakan bentuk co-branding yang tidak seimbang. Yakni Fongers yang kuat harus mensubsidi image Phoenix dan Germaan yang lemah, akibatnya keberadaan merek PFG tergulung oleh dinamika persaingan industri sepeda pada waktu itu. Dan sekarang ini merek Fongers dikuasai oleh Batavus, yang kemudian hanya berperan sebagai <em>flanking brand </em>atau merek pendamping guna merusak konsentrasi pesaing Batavus. Meskipun tragis, tetapi inilah siklus kehidupan merek yang harus dialami Fongers.</p>
<p>BB, BD, CCG, BDG, HZ, dan DZ adalah sekian varian spesial yang selalu menjadi bahan pembicaraan utama bilamana berbicara mengenai sepeda Fongers. Desain spatbord yang khas dengan lekukan menonjol ke atas merupakan ciri gampang untuk mengenali sepeda ini. Gir obat nyamuk dan sistem rem klasik model kawat atau botol yang unik juga menjadi identitas tersendiri. Demikian juga desain setang yang unik dengan klem pada batang setang dan sistem pengunci setang untuk onthelis yang ingin akrobatik &#8220;lepas setang&#8221; saat menggeber Fongersnya di jalanan.</p>
<p><img alt="2009sept7n010.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/09/2009sept7n010.JPG" /></p>
<p>#3: Sepeda Fongers dengan aneka model dan aneka tahun</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/09/2009sept7n011.JPG" alt="2009sept7n011.JPG" /></p>
<p>#4: Fongers DZ 1922 berjajar dengan Fongers BB 1926</p>
<p>Sejarah panjang yang sarat dengan reputasi kualitas membuat sepeda ini menjadi koleksi sangat berharga terutama di negeri asalnya Belanda dibandingkan dengan merek-merek rival terdekatnya seperti Gazelle, Simplex, Empo dan Batavus.</p>
<p>Kondisi sebaliknya terjadi di Indonesia, sepeda Fongers justru baru mulai diburu para kolektor setelah gelombang perburuan sepeda Gazelle dan Simplex berakhir, atau tepatnya dimulai sekitar awal tahun 2009 ini.  Hal ini tentu saja berakibat harga pasar sepeda Fongers untuk varian-varian spesial meroket pesat mendekati harga sepeda Gazelle, dan bahkan mulai melampui harga sepeda Simplex.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi untuk keberadaan sepeda Fongers di Indonesia, pada Hari Minggu 6 September 2009, Podjok menyelenggarakan thematic tour yang dijuluki “Toer Obat Njamoek” dengan memanfaatkan momentum hari ulang tahun pabrik sepeda Fongers ke 113 yang jatuh pada tanggal 1 September.</p>
<p>Acara sederhana dimulai dengan gelar sepeda Fongers di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta yang di luar dugaan dihadiri sekitar 50 onthelis yang sebagian besar membawa sepeda Fongers kesayangan masing-masing. Hadir pula sahabat komunitas Opoto dengan membawa koleksi sepeda Fongers yang cantik-cantik bak gadis ranum he..he..he..</p>
<p>Kejutan lain adalah hadirnya Bapak Triharjun, Sekretaris Daerah Provinsi DIY, yang ternyata juga seorang penggemar Fongers. Beliau sewaktu masih muda dulu selalu menggunakan sepeda Fongers untuk bersekolah, dan sepeda Fongers HF itu pulalah yang dikendarai Beliau pada kesempatan acara ini.</p>
<p><img alt="2009sept7n016.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/09/2009sept7n016.JPG" /></p>
<p>#5: Potret bersama sebelum berangkat City Tour</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/09/2009sept7n024.JPG" alt="2009sept7n024.JPG" /></p>
<p>#6: Awas Dino CCG lewat he..he..he.. klasik dan anggun&#8230;</p>
<p>Acara kemudian dilanjutkan dengan city tour  sekaligus menuju lokasi Warung Depot  Sambal di bilangan Baciro. Sambil menunggu saat berbuka puasa, panitia mendaulat Bapak Triharjun untuk melakukan ritual tiup lilin kue ulangtahun Fongers. Kemudian diadakan penarikan doorprize kaos Fongers untuk dibagikan kepada partisipan yang beruntung. Sederhana namun berkesan adalah kesimpulan umum untuk acara Toer Obat Njamoek 2009 ini (Liputan Sahid Nugroho)</p>
<p><img alt="2009sept7n054.JPG" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/09/2009sept7n054.JPG" /></p>
<p>#7: &#8220;Tiup lilinnya&#8230;tiup lilinnya&#8230;sekarang juga&#8230;&#8221;</p>
<p><img src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2009/09/2009sept7n058.JPG" alt="2009sept7n058.JPG" /></p>
<p>#8: Potongan roti HUT Fongers dianugerahkan kepada Pak Harun yang hadir ngonthel dari Klaten.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://podjok.com/index.php/2009/09/07/toer-obat-njamoek-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
